Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2026 | 15.37 WIB

8 Situasi dalam Hidup di Mana Anda Sebaiknya Tidak Terlalu Baik Menurut Psikologi, Kapan Sajakah Itu?

seseorang yang menolak karena terus dimanfaatkan / freepik - Image

seseorang yang menolak karena terus dimanfaatkan / freepik

JawaPos.com -- Dalam kehidupan sehari-hari, menjadi orang yang baik sering dianggap sebagai kualitas yang ideal. Kita diajarkan untuk membantu orang lain, mengalah, dan menjaga hubungan tetap harmonis. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa terlalu baik—atau overly agreeable—justru bisa merugikan diri sendiri dalam berbagai situasi.

Menjadi baik tanpa batas dapat membuat seseorang kehilangan identitas, dimanfaatkan, bahkan mengalami kelelahan emosional.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (27/3), terdapat delapan situasi dalam hidup di mana Anda sebaiknya tidak terlalu baik, beserta penjelasan psikologis di baliknya.

1. Ketika Seseorang Terus-Menerus Memanfaatkan Anda

Jika Anda selalu mengatakan “ya” kepada permintaan orang lain, terutama yang berulang dan tidak seimbang, Anda berisiko menjadi target eksploitasi. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan people-pleasing behavior.

Orang yang terlalu ingin menyenangkan orang lain cenderung:

Sulit berkata tidak
Mengorbankan kebutuhan pribadi
Takut konflik

Padahal, menetapkan batas (boundaries) adalah bagian penting dari kesehatan mental. Menolak bukan berarti jahat—itu berarti Anda menghargai diri sendiri.

2. Dalam Lingkungan Kerja yang Kompetitif

Di dunia kerja, terlalu baik bisa membuat Anda kurang dihargai atau bahkan tertinggal. Misalnya:

Anda mengambil tugas tambahan tanpa kompensasi
Anda tidak menyuarakan ide karena takut menyinggung
Anda membiarkan orang lain mengambil kredit atas kerja Anda

Psikologi organisasi menunjukkan bahwa individu yang asertif cenderung lebih dihormati dibanding mereka yang terlalu pasif. Bersikap profesional tidak selalu berarti harus menyenangkan semua orang.

3. Saat Anda Mengorbankan Kesehatan Mental Sendiri

Menjadi baik tidak boleh mengorbankan kesejahteraan pribadi. Jika Anda terus memprioritaskan orang lain hingga merasa lelah, stres, atau bahkan cemas, itu adalah tanda bahaya.

Fenomena ini dikenal sebagai emotional burnout, yang sering dialami oleh orang-orang yang terlalu empatik tanpa batasan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore