
seseorang yang menolak karena terus dimanfaatkan / freepik
JawaPos.com -- Dalam kehidupan sehari-hari, menjadi orang yang baik sering dianggap sebagai kualitas yang ideal. Kita diajarkan untuk membantu orang lain, mengalah, dan menjaga hubungan tetap harmonis. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa terlalu baik—atau overly agreeable—justru bisa merugikan diri sendiri dalam berbagai situasi.
Menjadi baik tanpa batas dapat membuat seseorang kehilangan identitas, dimanfaatkan, bahkan mengalami kelelahan emosional.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (27/3), terdapat delapan situasi dalam hidup di mana Anda sebaiknya tidak terlalu baik, beserta penjelasan psikologis di baliknya.
1. Ketika Seseorang Terus-Menerus Memanfaatkan Anda
Jika Anda selalu mengatakan “ya” kepada permintaan orang lain, terutama yang berulang dan tidak seimbang, Anda berisiko menjadi target eksploitasi. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan people-pleasing behavior.
Orang yang terlalu ingin menyenangkan orang lain cenderung:
Sulit berkata tidak
Mengorbankan kebutuhan pribadi
Takut konflik
Padahal, menetapkan batas (boundaries) adalah bagian penting dari kesehatan mental. Menolak bukan berarti jahat—itu berarti Anda menghargai diri sendiri.
2. Dalam Lingkungan Kerja yang Kompetitif
Di dunia kerja, terlalu baik bisa membuat Anda kurang dihargai atau bahkan tertinggal. Misalnya:
Anda mengambil tugas tambahan tanpa kompensasi
Anda tidak menyuarakan ide karena takut menyinggung
Anda membiarkan orang lain mengambil kredit atas kerja Anda
Psikologi organisasi menunjukkan bahwa individu yang asertif cenderung lebih dihormati dibanding mereka yang terlalu pasif. Bersikap profesional tidak selalu berarti harus menyenangkan semua orang.
3. Saat Anda Mengorbankan Kesehatan Mental Sendiri
Menjadi baik tidak boleh mengorbankan kesejahteraan pribadi. Jika Anda terus memprioritaskan orang lain hingga merasa lelah, stres, atau bahkan cemas, itu adalah tanda bahaya.
Fenomena ini dikenal sebagai emotional burnout, yang sering dialami oleh orang-orang yang terlalu empatik tanpa batasan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022