Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Oktober 2025 | 06.16 WIB

Mengubah Dekade 70an Menjadi Terbaik, Singkirkan 10 Kebiasaan Mikro Ini Sekarang Juga

Seorang pria berusia 70-an tahun sedang tersenyum sambil menikmati teh herbal di pagi hari, menunjukkan ketenangan hidup yang dicapai dengan menyingkirkan kebiasaan buruk./Freepik - Image

Seorang pria berusia 70-an tahun sedang tersenyum sambil menikmati teh herbal di pagi hari, menunjukkan ketenangan hidup yang dicapai dengan menyingkirkan kebiasaan buruk./Freepik

JawaPos.com - Banyak yang berharap usia tujuh puluhan menjadi masa paling jernih dan menyenangkan dalam hidup, penuh dengan kedamaian serta waktu luang yang berkualitas.

Rahasia untuk mencapai dekade terbaik ini bukanlah dengan menemukan makanan super baru atau membeli jam tangan pintar yang terus-menerus memberi peringatan kesehatan.

Kunci pentingnya adalah mengurangi kebiasaan-kebiasaan kecil yang secara diam-diam mencuri energi dan mempersempit kualitas hidup yang bisa Anda miliki, melansir dari Global English Editing Senin (27/10).

Kebiasaan-kebiasaan mikro ini tampak tidak berbahaya, namun jika terakumulasi justru bisa membuat hidup Anda menjadi kurang bermakna dari seharusnya di masa tua.

1. Penundaan “Saya Akan Mulai Jika Sudah Merasa Ingin”

Menunggu motivasi muncul untuk bertindak ibarat menanti bus yang tidak beroperasi pada akhir pekan dan Anda akan terus menunggu. Di usia tujuh puluhan, tindakan harus diperlakukan sebagai penyebab, bukan akibat dari perasaan yang muncul. Anda perlu menyingkirkan penundaan kecil seperti memeriksa berita sebentar, melipat kembali baju yang sama, atau meraut pensil tanpa tujuan jelas. Ganti kebiasaan menunda dengan pemicu tindakan nyata, seperti meletakkan sepatu di dekat pintu atau membuat rute jalan kaki yang telah ditentukan garis mulainya.

2. Kebiasaan "Satu Hal Lagi" Sebelum Tidur

Momen terburuk di malam hari terjadi antara keputusan "Saya harus tidur" dan godaan "Saya akan melakukan satu hal lagi" yang muncul. "Satu hal lagi" seringkali beranak pinak menjadi banyak hal lain seperti membuka e-mail, memeriksa cuaca, atau masuk ke lubang kelinci informasi yang tidak penting di internet. Kebiasaan ini membuat kualitas hari esok Anda yang seharusnya produktif menjadi terbayar dengan rasa lelah. Atur garis tegas dengan ritual yang membosankan seperti minum teh herbal, sedikit peregangan, dan pastikan ponsel dalam mode pesawat di dapur.

3. Memperlakukan Nyeri Ringan sebagai Berita Buruk yang Menghebohkan

Rasa sakit baru yang muncul biasanya langsung memicu kecemasan dan membuat Anda melakukan swa-diagnosis amatir dengan terus-menerus mencari informasi terburuk di internet. Sikap "memindai" rasa sakit ini mencuri lebih banyak kebahagiaan daripada rasa sakit itu sendiri. Anda hanya perlu mencatat, mendiamkannya tiga hari, bergerak lembut, dan beristirahat secara wajar, lalu tingkatkan langkahnya jika rasa sakitnya memburuk. Kebanyakan yang muncul pada usia ini adalah masalah perawatan tubuh, bukan bencana yang mesti disikapi secara berlebihan.

4. Menceritakan Hasil Terburuk di dalam Kepala

Anda mungkin punya kebiasaan buruk menciptakan skenario malapetaka saat sedang sendirian, seperti membayangkan biaya mobil yang rusak atau rasa sakit yang tidak akan hilang. Kebiasaan "bercerita" seperti ini bisa membuat Anda menua lebih cepat dari usia ulang tahun yang sebenarnya. Ganti kebiasaan tersebut dengan praktik dua kalimat: fakta netral, kemudian tindakan bermanfaat yang akan dilakukan. Contohnya, "Mobil berbunyi aneh. Pesan bengkel." atau "Lutut saya sakit. Beri es dan lakukan gerakan ringan."

5. Mengatakan "Ya" untuk Mengesankan, "Tidak" untuk Mendendam

Pada usia ini, kewajiban yang tidak perlu terasa seperti pemberat yang diikatkan di kaki Anda. Mengiyakan permintaan untuk disukai atau menolak bantuan untuk terlihat heroik hanyalah bentuk lain dari rasa tidak aman yang tersembunyi. Tingkatkan kualitas hidup Anda dengan mengambil jeda sejenak untuk berkata, "Biar saya cek dulu," lalu berikan jawaban jujur. Pastikan keputusan "ya" Anda muncul dari hati yang gembira dan "tidak" disampaikan dengan ramah.

6. Menganggap Gerakan Tubuh sebagai Hukuman

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore