Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 04.13 WIB

Orang yang Sibuk tetapi Tidak Maju dalam Hidup Seringkali Menunjukkan 5 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sibuk tetapi tidak maju (Magnific/pressfoto) - Image

seseorang yang sibuk tetapi tidak maju (Magnific/pressfoto)



JawaPos.com - 
Banyak orang merasa dirinya “sibuk setiap hari”, tetapi ketika melihat ke belakang dalam beberapa bulan atau tahun, perubahan hidup yang terjadi terasa minim. Target tidak tercapai, skill tidak berkembang signifikan, dan tujuan besar tetap tertunda. Dalam kajian Psikologi, kondisi ini sering berkaitan dengan bukan kurangnya waktu, tetapi cara seseorang mengelola perhatian, energi, dan kebiasaan sehari-hari.

Menariknya, “sibuk” tidak selalu identik dengan “produktif”. Kesibukan bisa menjadi bentuk pelarian halus dari pekerjaan yang benar-benar penting.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat lima kebiasaan yang sering muncul pada orang yang terlihat sibuk tetapi progres hidupnya lambat.

1. Terjebak dalam “aktivitas kecil” yang terasa produktif

Salah satu pola paling umum adalah mengisi hari dengan banyak tugas kecil yang tidak berdampak besar. Misalnya:

Membalas pesan tanpa henti
Mengurus hal administratif berulang
Mengutak-atik detail kecil yang tidak strategis
Multitasking tanpa arah jelas

Secara psikologis, otak menyukai aktivitas yang memberikan “rasa selesai cepat”. Setiap tugas kecil memberi dopamin ringan, sehingga muncul ilusi produktivitas. Namun, dalam jangka panjang, kebiasaan ini menjauhkan seseorang dari pekerjaan yang benar-benar penting seperti belajar skill baru, membangun proyek besar, atau mengambil keputusan hidup penting.

Masalahnya bukan pada aktivitasnya, tetapi pada prioritas. Orang yang maju dalam hidup biasanya tetap sibuk, tetapi sibuk pada hal yang berdampak besar.

2. Menghindari tugas yang tidak nyaman (task avoidance)

Dalam psikologi, ada konsep yang dikenal sebagai avoidance behavior—kecenderungan menghindari tugas yang memicu rasa tidak nyaman seperti takut gagal, bosan, atau cemas.

Contohnya:

Menunda belajar hal baru karena terasa sulit
Menghindari pekerjaan kreatif karena takut hasilnya jelek
Menunda keputusan penting karena takut salah
Fokus pada pekerjaan ringan agar merasa “aman”

Akibatnya, seseorang tampak sibuk, tetapi sebenarnya sedang berputar di zona aman. Mereka tidak benar-benar menghadapi tugas yang bisa mendorong pertumbuhan.

Ironisnya, semakin sering menghindar, semakin besar rasa takut itu tumbuh, sehingga progres hidup makin melambat.

3. Tidak punya sistem, hanya mengandalkan “reaksi harian”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore