
seseorang yang sibuk tetapi tidak maju (Magnific/pressfoto)
JawaPos.com - Banyak orang merasa dirinya “sibuk setiap hari”, tetapi ketika melihat ke belakang dalam beberapa bulan atau tahun, perubahan hidup yang terjadi terasa minim. Target tidak tercapai, skill tidak berkembang signifikan, dan tujuan besar tetap tertunda. Dalam kajian Psikologi, kondisi ini sering berkaitan dengan bukan kurangnya waktu, tetapi cara seseorang mengelola perhatian, energi, dan kebiasaan sehari-hari.
Menariknya, “sibuk” tidak selalu identik dengan “produktif”. Kesibukan bisa menjadi bentuk pelarian halus dari pekerjaan yang benar-benar penting.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat lima kebiasaan yang sering muncul pada orang yang terlihat sibuk tetapi progres hidupnya lambat.
1. Terjebak dalam “aktivitas kecil” yang terasa produktif
Salah satu pola paling umum adalah mengisi hari dengan banyak tugas kecil yang tidak berdampak besar. Misalnya:
Membalas pesan tanpa henti
Mengurus hal administratif berulang
Mengutak-atik detail kecil yang tidak strategis
Multitasking tanpa arah jelas
Secara psikologis, otak menyukai aktivitas yang memberikan “rasa selesai cepat”. Setiap tugas kecil memberi dopamin ringan, sehingga muncul ilusi produktivitas. Namun, dalam jangka panjang, kebiasaan ini menjauhkan seseorang dari pekerjaan yang benar-benar penting seperti belajar skill baru, membangun proyek besar, atau mengambil keputusan hidup penting.
Masalahnya bukan pada aktivitasnya, tetapi pada prioritas. Orang yang maju dalam hidup biasanya tetap sibuk, tetapi sibuk pada hal yang berdampak besar.
2. Menghindari tugas yang tidak nyaman (task avoidance)
Dalam psikologi, ada konsep yang dikenal sebagai avoidance behavior—kecenderungan menghindari tugas yang memicu rasa tidak nyaman seperti takut gagal, bosan, atau cemas.
Contohnya:
Menunda belajar hal baru karena terasa sulit
Menghindari pekerjaan kreatif karena takut hasilnya jelek
Menunda keputusan penting karena takut salah
Fokus pada pekerjaan ringan agar merasa “aman”
Akibatnya, seseorang tampak sibuk, tetapi sebenarnya sedang berputar di zona aman. Mereka tidak benar-benar menghadapi tugas yang bisa mendorong pertumbuhan.
Ironisnya, semakin sering menghindar, semakin besar rasa takut itu tumbuh, sehingga progres hidup makin melambat.
3. Tidak punya sistem, hanya mengandalkan “reaksi harian”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022