
Ilustrasi orang tua yang merasa sedih karena sang anak jarang menelepon atau mengunjunginya./freepik
JawaPos.com - Saat anak sudah dewasa, hubungan antara orang tua dan anak sering kali mengalami perubahan yang tak terelakkan.
Anak yang dulu selalu bergantung pada orang tua kini mulai memiliki dunianya sendiri, yakni kesibukan, tanggung jawab, dan kehidupan yang menuntut kemandirian.
Tak jarang, hal ini membuat anak menjadi jarang menelepon atau bahkan tak sempat berkunjung seperti dulu.
Bagi sebagian orang tua, perubahan ini bisa terasa menyakitkan, seolah kasih sayang anak mulai berkurang atau perhatian mereka memudar.
Padahal, di balik sikap yang tampak menjauh itu, sering kali tersimpan alasan yang tak banyak diketahui.
Ada banyak faktor emosional, psikologis, dan situasional yang memengaruhi perilaku anak yang sudah dewasa terhadap orang tuanya.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami makna di balik perubahan ini dengan hati yang lapang.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Minggu (19/10), berikut merupakan 7 hal yang perlu Anda pahami agar tidak salah menilai sikap sang anak yang kini tampak semakin jarang menelepon atau mengunjungi Anda sebagai orang tuanya.
1. Ekspektasi vs Realita
Sebagai orang tua, wajar jika kita berharap anak akan sering menelepon, bercerita, atau sekadar menanyakan kabar. Namun, kenyataan tidak selalu berjalan seperti itu.
Anak yang telah tumbuh dewasa kini memiliki tanggung jawab, kehidupan, dan prioritas baru yang mungkin membuat mereka tidak bisa sesering dulu menghubungi Anda.
Di sinilah pentingnya mengelola ekspektasi. Alih-alih merasa diabaikan, cobalah memahami bahwa setiap fase kehidupan membawa perubahan ritme komunikasi.
Ketika kita terus menuntut perhatian tanpa menyadari kesibukan dan kehidupan mereka, hubungan justru bisa terasa menekan bagi anak.
Bersikaplah lebih terbuka dan fleksibel terhadap perubahan yang terjadi. Dengan menurunkan sedikit ekspektasi dan menggantinya dengan penerimaan, hubungan akan terasa lebih ringan dan tetap harmonis.
2. Memahami Ruang Mereka

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
