Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 20.06 WIB

7 Karakter Penting yang Membuat Hubungan Bertahan Lama Lebih dari Sekadar Cinta, Menurut Para Pakar Hubungan

Setiap pasangan memiliki perjalanan unik, tetapi prinsip-prinsip ini berlaku universal.  Foto: Freepik - Image

Setiap pasangan memiliki perjalanan unik, tetapi prinsip-prinsip ini berlaku universal. Foto: Freepik

JawaPos.com - Kita sering mendengar ungkapan, “Cinta adalah segalanya.” Nyatanya, kenyataan dalam hubungan jangka panjang justru lebih kompleks.

Cinta memang ibarat api yang menyalakan percikan awal, namun yang menjaga api itu tetap menyala adalah kayu bakar berupa usaha, komitmen, dan sifat-sifat tertentu yang menopang perjalanan pasangan.

Pasangan yang bertahan lama tidak hanya mengandalkan rasa sayang, tetapi juga membangun dasar hubungan yang kokoh lewat kebiasaan, sikap, dan karakter.

Dilansir dari laman Your Tango, menurut pakar hubungan dan psikolog, ada tujuh sifat utama yang menjaga pasangan tetap bersama, bahkan ketika cinta mengalami pasang surut.

1. Mendengarkan dengan Sepenuh Hati
Mendengarkan bukan hanya soal membiarkan pasangan berbicara. Mendengarkan dengan sepenuh hati berarti benar-benar hadir, fokus, dan memahami apa yang pasangan rasakan.
Seorang terapis hubungan, Dr. Gloria Brame, Ph.D., menekankan bahwa hubungan yang langgeng sering kali dibangun dari rasa aman karena pasangan tahu bahwa mereka didengar dan dipahami. Ia menceritakan pengalamannya sendiri di mana suami bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga sahabat yang selalu siap mendengarkan.

Mengapa Mendengarkan Itu Krusial?
Memberi rasa dihargai dan divalidasi.

Mengurangi kesalahpahaman dalam komunikasi.

Meningkatkan keintiman emosional.

Tips Praktis Mendengarkan Pasangan:
Matikan distraksi (misalnya ponsel) ketika pasangan berbicara.

Gunakan eye contact dan bahasa tubuh terbuka.

Tanyakan pertanyaan lanjutan untuk menunjukkan ketertarikan.

Ulangi atau simpulkan apa yang pasangan katakan untuk memastikan pemahaman.

Catatan: Pasangan yang saling mendengarkan lebih mampu mengatasi konflik dengan kepala dingin dibanding yang hanya saling menunggu giliran bicara.

2. Menempatkan ‘Kita’ Sebelum ‘Saya’
Dalam hubungan yang sehat, orientasi berubah dari “aku” menjadi “kita”. Pasangan yang sukses memahami bahwa keputusan mereka bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang tim yang mereka bangun.
Eva Van Prooyen, seorang terapis pernikahan, menyebutnya sebagai kebersihan hubungan. Artinya, pasangan yang sehat menjadikan hubungan sebagai prioritas utama—bahkan di atas kepentingan pribadi—demi menjaga keutuhan dan rasa aman.

Bagaimana Mempraktikkan “Kita Sebelum Saya”?
Membuat keputusan besar bersama (keuangan, karier, keluarga).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore