Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 00.44 WIB

Ciri-Ciri Orang dengan Trauma Masa Lalu yang Sering Tak Disadari, Penting Buat Kamu Kenali

Ilustrasi seseorang ynag mengalami trauma masa kecil.

JawaPos.com – Setiap orang pasti punya pengalaman masa lalu, tapi tidak semua bisa dilewati dengan mudah. Ada yang masih terbawa sampai sekarang dan berpengaruh pada sikap, cara berpikir, bahkan hubungan dengan orang lain. Kondisi ini dikenal sebagai trauma masa lalu.

Konten edukasi di TikTok @intanerlita._ menjelaskan bahwa trauma sering kali terbentuk dari pengalaman buruk, seperti kehilangan orang terdekat, perlakuan kasar, atau tekanan emosional yang berat. Meski peristiwa itu sudah lama terjadi, ingatan emosionalnya bisa tetap hidup di dalam diri seseorang.

Trauma bukan hanya soal perasaan sedih. Dalam banyak kasus, trauma membuat seseorang kesulitan membuka diri, lebih sensitif terhadap kritik, bahkan sering merasa cemas berlebihan. Akibatnya, interaksi sehari-hari ikut terganggu.

Ciri-ciri orang dengan trauma masa lalu

Video edukasi di TikTok @hey.tessss menyebutkan bahwa trauma bisa dikenali dari perilaku yang muncul tanpa disadari. Misalnya, seseorang terlihat sulit mempercayai orang lain meskipun orang tersebut tidak memberikan alasan untuk diragukan. Hal ini biasanya muncul karena rasa takut disakiti kembali.

Selain itu, orang dengan trauma cenderung overthinking dan menganalisis situasi terlalu jauh. Pikiran mereka dipenuhi skenario buruk, sehingga lebih memilih menjaga jarak daripada berisiko menghadapi hal yang menyakitkan lagi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membuat hubungan dengan orang lain menjadi kaku atau terasa dingin.

Konten lain di TikTok @yuli.depth.ofc menambahkan bahwa trauma masa lalu juga bisa terlihat dari reaksi emosional yang berlebihan. Misalnya, marah secara tiba-tiba karena hal kecil atau merasa sangat tersinggung pada ucapan orang lain. Reaksi ini muncul karena luka lama yang belum sembuh sepenuhnya.

Tidak hanya emosi, trauma juga bisa berdampak pada fisik. Beberapa orang mengaku mengalami gangguan tidur, sering sakit kepala, atau cepat merasa lelah meskipun tidak banyak aktivitas. Semua itu bisa jadi tanda bahwa tubuh ikut merespons tekanan emosional yang belum terselesaikan.

Mengapa trauma bisa bertahan lama?

Trauma masa lalu bertahan karena otak menyimpan memori emosional lebih kuat daripada kejadian biasa. Jadi meskipun peristiwa sudah berlalu, sensasi takut, sakit, atau kecewa bisa muncul lagi ketika ada pemicu yang mirip dengan pengalaman sebelumnya. Misalnya, seseorang yang pernah mengalami pengkhianatan akan mudah curiga setiap kali menjalin hubungan baru.

Dampak trauma tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga ke orang sekitar. Trauma bisa membuat seseorang menjauh, sulit membuka diri, atau justru bersikap terlalu defensif. Lingkungan pertemanan, keluarga, hingga hubungan asmara pun ikut terdampak.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore