Ilustrasi seseorang ynag mengalami trauma masa kecil.
JawaPos.com – Setiap orang pasti punya pengalaman masa lalu, tapi tidak semua bisa dilewati dengan mudah. Ada yang masih terbawa sampai sekarang dan berpengaruh pada sikap, cara berpikir, bahkan hubungan dengan orang lain. Kondisi ini dikenal sebagai trauma masa lalu.
Konten edukasi di TikTok @intanerlita._ menjelaskan bahwa trauma sering kali terbentuk dari pengalaman buruk, seperti kehilangan orang terdekat, perlakuan kasar, atau tekanan emosional yang berat. Meski peristiwa itu sudah lama terjadi, ingatan emosionalnya bisa tetap hidup di dalam diri seseorang.
Trauma bukan hanya soal perasaan sedih. Dalam banyak kasus, trauma membuat seseorang kesulitan membuka diri, lebih sensitif terhadap kritik, bahkan sering merasa cemas berlebihan. Akibatnya, interaksi sehari-hari ikut terganggu.
Ciri-ciri orang dengan trauma masa lalu
Video edukasi di TikTok @hey.tessss menyebutkan bahwa trauma bisa dikenali dari perilaku yang muncul tanpa disadari. Misalnya, seseorang terlihat sulit mempercayai orang lain meskipun orang tersebut tidak memberikan alasan untuk diragukan. Hal ini biasanya muncul karena rasa takut disakiti kembali.
Selain itu, orang dengan trauma cenderung overthinking dan menganalisis situasi terlalu jauh. Pikiran mereka dipenuhi skenario buruk, sehingga lebih memilih menjaga jarak daripada berisiko menghadapi hal yang menyakitkan lagi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membuat hubungan dengan orang lain menjadi kaku atau terasa dingin.
Konten lain di TikTok @yuli.depth.ofc menambahkan bahwa trauma masa lalu juga bisa terlihat dari reaksi emosional yang berlebihan. Misalnya, marah secara tiba-tiba karena hal kecil atau merasa sangat tersinggung pada ucapan orang lain. Reaksi ini muncul karena luka lama yang belum sembuh sepenuhnya.
Tidak hanya emosi, trauma juga bisa berdampak pada fisik. Beberapa orang mengaku mengalami gangguan tidur, sering sakit kepala, atau cepat merasa lelah meskipun tidak banyak aktivitas. Semua itu bisa jadi tanda bahwa tubuh ikut merespons tekanan emosional yang belum terselesaikan.
Mengapa trauma bisa bertahan lama?
Trauma masa lalu bertahan karena otak menyimpan memori emosional lebih kuat daripada kejadian biasa. Jadi meskipun peristiwa sudah berlalu, sensasi takut, sakit, atau kecewa bisa muncul lagi ketika ada pemicu yang mirip dengan pengalaman sebelumnya. Misalnya, seseorang yang pernah mengalami pengkhianatan akan mudah curiga setiap kali menjalin hubungan baru.
Dampak trauma tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga ke orang sekitar. Trauma bisa membuat seseorang menjauh, sulit membuka diri, atau justru bersikap terlalu defensif. Lingkungan pertemanan, keluarga, hingga hubungan asmara pun ikut terdampak.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
