Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 22.00 WIB

Lingkungan yang Buruk Bisa Picu Stres: Begini Cara Lingkungan Mempengaruhi Psikologis dan Kesehatan Mental

ILustrasi pria yang mengalami stres

JawaPos.com – Pernahkah Anda merasa lebih tenang saat berada di ruang hijau terbuka dibandingkan di jalanan yang bising?

Fenomena ini bukan sekadar perasaan, melainkan bukti nyata bahwa lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap psikologis seseorang.

Apa pengaruh lingkungan terhadap psikologis seseorang?

Menurut laporan Verywell Mind (2023), kondisi lingkungan seperti kebersihan, keteraturan, serta akses terhadap ruang hijau dapat meningkatkan kesehatan mental. Sebaliknya, lingkungan yang penuh kebisingan, polusi, atau minim dukungan sosial cenderung memicu stres, depresi, dan kecemasan. Lingkungan juga memengaruhi bagaimana seseorang membangun kepercayaan diri serta pola interaksi sehari-hari.

Siapa yang paling terdampak oleh kondisi lingkungan?

Penelitian dalam Journal of Environmental Health and Social Sciences (2023) menjelaskan bahwa anak-anak dan remaja merupakan kelompok paling rentan. Mereka masih dalam tahap perkembangan psikologis sehingga kondisi rumah tangga, sekolah, dan komunitas sangat berpengaruh pada pembentukan karakter. Namun, orang dewasa juga tidak luput dari dampaknya. Studi dari PMC (2011) menemukan bahwa pekerja yang berada di lingkungan kerja penuh tekanan berisiko lebih tinggi mengalami burnout dan gangguan kecemasan.

Di mana saja pengaruh lingkungan bisa terlihat nyata?

Dampaknya bisa terlihat dalam berbagai aspek kehidupan. Lingkungan rumah, misalnya, dapat memengaruhi kestabilan emosi. Rumah yang penuh konflik sering kali memicu rasa tidak aman. Sementara itu, sekolah dan tempat kerja menjadi arena sosial yang menentukan rasa percaya diri, motivasi, dan hubungan interpersonal. Lingkungan sosial yang sehat akan menumbuhkan rasa percaya dan solidaritas, sebaliknya lingkungan toksik cenderung melahirkan isolasi sosial.

Kapan pengaruh ini mulai terbentuk?

Psikolog menegaskan bahwa pengaruh lingkungan sudah terasa sejak usia dini. Journal of Pedagogy and Early Childhood Development (2022) menyebutkan bahwa pengalaman masa kecil sangat menentukan pola pikir dan kepribadian seseorang di masa dewasa. Anak yang tumbuh di lingkungan suportif lebih mampu mengelola emosi, sedangkan yang hidup di lingkungan penuh tekanan berisiko mengalami gangguan kecemasan hingga trauma jangka panjang.

Mengapa lingkungan bisa begitu memengaruhi kondisi psikologis?

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore