Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 08.10 WIB

Jika Kamu Menggunakan 8 Frasa Ini, Kamu Punya Kepribadian Dewasa

Ilustrasi frasa yang akan menunjukkan kamu punya kepribadian dewasa (Geediting)


JawaPos.com - Kedewasaan bukan soal usia. Banyak orang menua tanpa benar-benar tumbuh secara emosional, sementara sebagian lainnya mampu membawa diri dengan ketenangan dan kebijaksanaan hasil dari pengalaman hidup.

Salah satu indikator paling jelas dari kedewasaan adalah bahasa yang kita gunakan. Cara kita berbicara mencerminkan bagaimana kita memandang dunia, diri sendiri, dan orang lain.

Jika kamu terbiasa menggunakan ungkapan tertentu dalam kehidupan sehari-hari, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu memiliki kepribadian yang matang dan dewasa.

Dikutip dari Geediting, Jumat (22/8) berikut delapan ungkapan sederhana namun penuh makna yang menandakan kedewasaan sejati.

1. “Saya bisa saja salah.”

Ungkapan ini sederhana, tetapi menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa. Orang yang belum dewasa cenderung ngotot ingin selalu benar, bahkan dengan mengorbankan hubungan. Namun, orang dewasa menyadari bahwa perspektifnya terbatas dan kenyataan sering kali kompleks. Dengan mengatakan “Saya bisa saja salah,” kamu menunjukkan keterbukaan, kejujuran intelektual, dan keberanian untuk menerima kemungkinan lain.

2. “Saya mengerti dari mana kamu berasal.”

Kedewasaan tidak hanya soal mengenal diri sendiri, tetapi juga soal empati terhadap orang lain. Mengucapkan “Saya mengerti dari mana kamu berasal” bukan berarti setuju, tetapi mengakui perspektif orang lain sebagai sesuatu yang valid. Orang dewasa mampu mendengarkan tanpa menghakimi, memahami pengalaman orang lain, dan menghargai perbedaan tanpa merendahkannya.

3. “Mari kita sepakat untuk tidak sepakat.”

Ini adalah ungkapan khas orang dengan emosi yang matang. Saat perdebatan buntu, orang yang belum dewasa akan terus berargumen hingga merasa menang. Sebaliknya, orang dewasa tahu kapan harus berhenti. Dengan berkata “Mari kita sepakat untuk tidak sepakat,” kamu menunjukkan penghargaan pada perbedaan pendapat, melepaskan ego, dan lebih mengutamakan hubungan daripada kemenangan semu.

4. “Saya menghargai kamu.”

Ungkapan ini jauh lebih dalam daripada sekadar “terima kasih.” Dengan mengatakan “Saya menghargai kamu,” kamu tidak hanya mengakui apa yang seseorang lakukan, tetapi juga siapa mereka dalam hidupmu. Orang dewasa memahami bahwa hubungan bertahan karena adanya apresiasi, bukan karena dianggap remeh. Kebiasaan mengucapkan penghargaan ini memperkuat ikatan, baik dengan pasangan, sahabat, rekan kerja, maupun orang asing.

5. “Saya salah.”

Mengakui kesalahan adalah salah satu bentuk kedewasaan paling nyata. Orang yang belum dewasa sering menghindari tanggung jawab dengan menyalahkan orang lain atau mencari-cari alasan. Sebaliknya, orang dewasa berani berkata “Saya salah.” Ungkapan ini bukan kelemahan, melainkan tanda integritas dan keberanian. Faktanya, orang lain akan lebih menghargai kamu ketika berani mengakui kesalahan dengan tulus.

6. “Apa yang bisa saya bantu?”

Kedewasaan sejati terlihat ketika seseorang tidak hanya fokus pada dirinya sendiri, tetapi juga pada kontribusi untuk orang lain. Dengan bertanya “Apa yang bisa saya bantu?” kamu menunjukkan kepedulian, empati, sekaligus kesiapan untuk hadir. Ungkapan ini mencerminkan orientasi prososial—bahwa hidup bukan sekadar tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang saling mendukung.

7. “Saya butuh waktu untuk memikirkannya.”

Impulsif adalah tanda ketidakdewasaan. Orang yang matang tahu pentingnya jeda sebelum mengambil keputusan. Dengan mengatakan “Saya butuh waktu untuk memikirkannya,” kamu memberi ruang untuk refleksi agar keputusan yang diambil selaras dengan nilai dan prioritasmu. Ini menunjukkan kesabaran, pengendalian diri, serta rasa hormat terhadap diri sendiri dan orang lain.

8. “Tidak.”

Mungkin terdengar singkat, tetapi kata “tidak” adalah salah satu ungkapan paling dewasa. Banyak orang sulit menolak karena takut mengecewakan atau ingin selalu menyenangkan orang lain. Padahal, kedewasaan berarti berani menetapkan batas tanpa merasa bersalah. Dengan mengatakan “tidak” secara tegas namun tulus, kamu menjaga energi, waktu, dan keseimbangan hidupmu. Ingat, “tidak” adalah kalimat lengkap yang sah tanpa perlu banyak penjelasan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore