Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 19.22 WIB

Mengenali 8 Ungkapan Umum yang Sering Terlontar dalam Percakapan Namun Terdengar Kasar

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara, namun salah satu wajahnya menunjukkan kebingungan dan ketidaknyamanan, mencerminkan adanya miskomunikasi./Freepik - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berbicara, namun salah satu wajahnya menunjukkan kebingungan dan ketidaknyamanan, mencerminkan adanya miskomunikasi./Freepik

JawaPos.com - Terkadang niat baik dalam berkomunikasi tidak selalu tersampaikan dengan tepat, terutama bagi orang yang kurang terampil secara sosial.

Mereka mungkin berusaha bersikap ramah, namun kalimat yang digunakan justru menimbulkan kesalahpahaman.

Ada beberapa ungkapan umum yang sering disalahartikan sebagai ketidakpedulian atau bahkan kekasaran.

Melansir dari Geediting.com Rabu (13/8), penting sekali untuk memahami mengapa frasa-frasa tersebut dapat menimbulkan kesan negatif.

Mengenali dan menghindari ungkapan ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial. Mari kita kenali kedelapan ungkapan tersebut dan alasannya.

1. "Tenang saja"

Anda mungkin pernah mendengarnya, atau bahkan mengatakannya sendiri. Frasa ini sering kali diucapkan saat seseorang sedang marah atau emosional, padahal itu tidak akan membuatnya tenang. Ini justru mengabaikan perasaan mereka dan berpotensi memperburuk situasi.

2. "Jangan tersinggung"

Frasa ini sering mendahului ucapan yang justru menyinggung, seolah meminta izin untuk berkata kasar. Menggunakan kalimat ini bisa terlihat seperti Anda tidak bertanggung jawab. Ucapan ini sama sekali tidak menghapus niat buruk di baliknya.

3. "Kamu selalu..."

Frasa "kamu selalu" atau "kamu tidak pernah" sangatlah bermasalah karena jarang sekali akurat. Hidup tidak sehitam dan seputih itu, sehingga pernyataan ini bisa membuat orang lain merasa defensif. Mereka akan merasa diserang dan tidak dipahami oleh Anda.

4. "Terserah"

Satu kata ini dapat memiliki dampak yang sangat besar dalam percakapan. Saat Anda mengatakan "terserah," Anda seolah tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain. Hal ini bisa menghentikan dialog dan membuat lawan bicara merasa tidak penting.

5. "Aku hanya jujur saja"

Ungkapan ini sering menjadi alasan untuk bersikap kasar atau terlalu mengkritik seseorang. Kejujuran tanpa kepekaan bisa menjadi kekasaran, meskipun niat Anda ingin membantu. Anda dapat menyampaikan kebenaran dengan cara yang lebih taktis dan penuh empati.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore