Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 02.49 WIB

Orang yang Masih Memperlakukan Anak Dewasanya seperti Remaja Biasanya Menunjukkan 7 Sifat Parenting Ini Menurut Psikologi

Memperlakukan anak dewasa seperti remaja mungkin lahir dari niat baik: ingin melindungi dan memastikan mereka bahagia./Freepik. - Image

Memperlakukan anak dewasa seperti remaja mungkin lahir dari niat baik: ingin melindungi dan memastikan mereka bahagia./Freepik.

JawaPos.com - Hubungan orang tua dan anak memang tidak pernah benar-benar berakhir, tapi cara berinteraksi seharusnya berevolusi seiring bertambahnya usia anak.

Sayangnya, sebagian orang tua kesulitan melepaskan pola pikir lama, sehingga mereka tetap memperlakukan anak yang sudah berusia 20-an bahkan 30-an seperti masih duduk di bangku SMA.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (12/8), dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan kebutuhan kontrol yang belum terselesaikan, kecemasan berlebihan, atau ketidakmampuan menerima proses individuasi anak.

Fenomena ini tidak hanya membuat anak merasa “terjebak” dalam peran masa kecilnya, tetapi juga dapat memengaruhi harga diri, kemandirian, dan hubungan sosialnya.

Lalu, seperti apa sifat-sifat parenting yang biasanya dimiliki oleh orang tua yang sulit melepaskan anak dewasanya menjadi pribadi mandiri? Berikut penjelasannya.

1. Overprotective dalam Keputusan Sehari-hari

Orang tua tipe ini masih ingin ikut campur dalam setiap pilihan anak — mulai dari pekerjaan, gaya berpakaian, sampai siapa yang layak menjadi pasangan.

Padahal, dalam psikologi perkembangan, kontrol yang terlalu ketat pada orang dewasa justru memicu resistensi atau ketergantungan berkepanjangan.

2. Tidak Percaya pada Kemampuan Anak

Walau anak sudah mampu mengelola hidupnya sendiri, orang tua seperti ini kerap meragukan kemampuan mereka.

Contohnya, menanyakan detail “apakah kamu yakin bisa?” untuk hal-hal yang sebenarnya sudah biasa dikerjakan anak.

Sikap ini mencerminkan pola learned helplessness yang secara tidak sadar ditanamkan kepada anak.

3. Masih Menetapkan Aturan Rumah Layaknya Remaja

Dari jam malam hingga izin keluar kota, aturannya masih seperti masa SMA.

Menurut psikologi keluarga, ini adalah tanda bahwa orang tua belum bisa menggeser peran mereka dari pengatur mutlak menjadi penasihat yang suportif.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore