
seseorang yang tidak sengaja menjauhkan anak yang telah dewasa./Magnific/magnific
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak sering kali dianggap sebagai ikatan yang tidak akan pernah putus. Banyak orang percaya bahwa selama orang tua menyayangi anaknya dengan tulus, hubungan tersebut akan selalu harmonis hingga dewasa. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
Dalam praktik psikologi keluarga, tidak sedikit anak yang memilih menjaga jarak dengan orang tua meskipun mereka mengakui telah dibesarkan dengan penuh kasih sayang.
Keputusan ini sering kali bukan karena kebencian, melainkan sebagai cara menjaga kesehatan mental, membangun identitas diri, atau menghindari pola hubungan yang dianggap tidak lagi sehat.
Kasih sayang memang merupakan fondasi penting dalam keluarga, tetapi cinta saja tidak selalu cukup. Cara kasih sayang diekspresikan juga memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hubungan jangka panjang.
Beberapa perilaku yang tampak sebagai bentuk perhatian justru dapat membuat anak merasa terkekang, tidak dipahami, atau kehilangan ruang untuk berkembang.
Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (1/8), terdapat tujuh alasan mengapa orang tua yang penyayang sekalipun tetap bisa menjauhkan anak dewasa menurut sudut pandang psikologi.
1. Kasih Sayang yang Berubah Menjadi Kontrol Berlebihan
Dalam psikologi, kasih sayang yang sehat memberi rasa aman sekaligus ruang untuk bertumbuh. Sebaliknya, ketika perhatian berubah menjadi kontrol, anak dapat merasa kehilangan kebebasan.
Misalnya, orang tua terus mengatur pilihan karier, pasangan, tempat tinggal, bahkan keputusan-keputusan kecil dalam kehidupan anak yang sudah dewasa. Niatnya mungkin baik karena ingin melindungi, tetapi anak justru merasa tidak dipercaya.
Lama-kelamaan, menjaga jarak menjadi cara untuk memperoleh otonomi yang selama ini sulit dirasakan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
