
Ilustrasi: Hubungan hancur.(Freepik).
JawaPos.com- Banyak orang mengira penyebab utama putus atau perceraian adalah perselingkuhan, masalah keuangan, dan pertengkaran tanpa henti.
Namun, jarang disadari bahwa akar dari masalah-masalah tersebut sering kali adalah resentment atau perasaan kesal dan sakit hati yang terpendam.
Resentment membuat kita merasa marah dan getir terus-menerus. Hubungan pun jadi renggang, kepercayaan memudar, dan interaksi berubah menjadi pertengkaran kecil yang tak ada habisnya.
Jika siklus ini tidak segera dihentikan, bukan tidak mungkin berakhir pada perpisahan atau perceraian. Langkah pertama? Kenali kebiasaan normal yang tanpa sadar bisa menumbuhkan resentment.
1. Ketidakseimbangan Tanggung Jawab
Salah satu pemicu rasa kesal adalah perasaan diperlakukan tidak adil. Misalnya, dalam hubungan heteroseksual, istri sibuk mengurus anak sendirian sementara suami santai bermain game atau nongkrong dengan teman.
Meski terkadang tidak ada niat buruk, kurangnya pembagian tugas yang adil bisa membuat salah satu pihak merasa dikhianati.
2. Sering Menunda Saat Diminta Bantuan
Pasangan yang dimintai bantuan tapi malah menunda dengan alasan seperti, “Sebentar lagi selesai nonton,” atau “Nanti ya, bentar lag" tanpa benar-benar datang membantu, dapat menimbulkan frustrasi.
Jika hal ini berulang dan tidak dibicarakan, perasaan tidak dihargai akan semakin menguat.
3. Lupa Tanggal Penting dan Meremehkannya
Ulang tahun, hari jadi, atau momen berharga lainnya yang terlupakan, lalu dianggap remeh tanpa usaha memperbaikinya, dapat melukai perasaan pasangan.
Contohnya, saat suami lupa ulang tahun istri dan berkata, “Kenapa sih dibesar-besarin?”
Sikap seperti ini membuat pasangan merasa tidak penting di mata kita.
4. Sulit Memaafkan Kesalahan Lama
Jika pasangan terus mengungkit kesalahan masa lalu dan tidak mau memaafkan, hubungan akan terasa seperti hukuman seumur hidup.
Kondisi ini memupuk rasa tidak adil dan memperlebar jarak emosional.
5. Memendam Amarah Hingga Meledak
Ada orang yang memilih diam saat kesal, lalu mengeluarkan semua unek-unek sekaligus saat bertengkar. Bagi pasangan, ini terasa seperti serangan mendadak dan membuatnya bertanya-tanya, “Kalau memang ada masalah, kenapa tidak dibicarakan dari awal?”

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
