Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Agustus 2025 | 14.40 WIB

7 Kalimat yang Dihindari Orang Cerdas Emosi Saat Berkomunikasi Sehari-hari

Ilustrasi orang cerdas saat direndahkan (freepik) - Image

Ilustrasi orang cerdas saat direndahkan (freepik)

JawaPos.com - Kecerdasan emosi bukan sekadar kemampuan mengendalikan perasaan diri sendiri, tetapi juga memahami emosi orang lain.

Ini tercermin dari bagaimana kita memilih setiap kata. Beberapa frasa umum ternyata dapat secara tidak sengaja merusak komunikasi.

Melansir dari Geediting.com Minggu (10/8), orang dengan kecerdasan emosi tinggi cenderung menghindari tujuh frasa tertentu.

Mereka memahami dampak negatif dari frasa tersebut terhadap hubungan. Berikut adalah tujuh frasa yang jarang diucapkan oleh mereka.

1. "Tenang saja."

Frasa ini adalah pernyataan yang bersifat merendahkan dan tidak berguna sama sekali. Memberi tahu seseorang untuk tenang sama saja menyuruh orang yang tenggelam agar berenang. Kalimat ini mengesampingkan respons emosional yang dirasakan oleh orang lain.

Ini menunjukkan bahwa respons emosi yang mereka rasakan dianggap tidak pantas. Frasa ini justru membuat orang tersebut merasa perasaannya tidak divalidasi.

2. "Kamu selalu..." atau "Kamu tidak pernah..."

Pernyataan absolut ini menjadikan percakapan seperti perdebatan hukum. Ini mengarahkan fokus diskusi pada karakter seseorang alih-alih pada masalah yang ada. Orang cerdas emosi lebih memilih menunjuk kejadian spesifik.

Pernyataan seperti ini hanya membuat situasi semakin memanas. Mereka tahu bahwa kalimat "selalu" dan "tidak pernah" jarang sekali benar.

3. "Jangan terlalu sensitif."

Kalimat ini merupakan cara klasik untuk mengabaikan perasaan orang lain. Ia mengalihkan percakapan dari isu utama, lalu menghakimi perasaan orang tersebut. Kalimat ini menunjukkan bahwa si pembicara tidak bisa menangani emosi yang rumit.

Mereka menganggap orang lain terlalu berlebihan atas emosinya. Orang cerdas emosi memilih untuk mengakui emosi tersebut dan mencari akar permasalahannya.

4. "Terserah."

Frasa ini adalah satu di antara cara mudah menghindari percakapan tidak nyaman. Namun, ini menunjukkan kurangnya empati dan perhatian dari si pembicara. "Terserah" secara tidak langsung mengakhiri diskusi tanpa menyelesaikannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore