Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Agustus 2025 | 14.26 WIB

7 Tanda Perempuan Perlahan Kehilangan Identitas Diri dalam Hubungan Menurut Psikologi

Ilustrasi seorang wanita yang menatap cermin, namun bayangan yang dilihatnya adalah sosok yang tidak ia kenali lagi, merefleksikan hilangnya identitas diri./Freepik - Image

Ilustrasi seorang wanita yang menatap cermin, namun bayangan yang dilihatnya adalah sosok yang tidak ia kenali lagi, merefleksikan hilangnya identitas diri./Freepik

JawaPos.com - Dalam menjalin hubungan asmara, seringkali terjadi perubahan yang tidak disadari pada diri seseorang.

Perubahan ini kadang dapat mengikis jati diri dan identitas pribadi secara perlahan. Banyak wanita perlahan kehilangan esensi dirinya sendiri demi hubungan tersebut.

Melansir dari Geediting.com Minggu (10/8), fenomena ini memiliki tujuh tanda yang dapat diamati menurut psikologi.

Mengenali tanda-tanda ini menjadi langkah awal krusial untuk kembali menemukan jati diri. Mari kita telaah lebih dalam tentang ketujuh tanda tersebut.

1. Sering Mempertanyakan Nilai Dirinya Sendiri

Satu di antara tanda yang jelas adalah wanita tersebut sering mempertanyakan nilai dirinya sendiri. Kondisi ini terjadi karena ia merasa tidak dihargai oleh pasangannya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat mengikis rasa percaya dirinya.

Perasaan tidak dihargai ini membuatnya terus merasa tidak cukup. Ia mulai berpikir apakah dirinya pantas mendapatkan cinta.

2. Hobi dan Minat Mulai Dikesampingkan

Wanita tersebut mulai menomorduakan minat dan hasrat pribadinya demi hubungan. Ia akan mengesampingkan hobinya, dan melupakan hal-hal yang pernah ia sukai. Perubahan ini terjadi karena ia memprioritaskan kebutuhan pasangannya.

Ia rela mengorbankan hal-hal yang membentuk dirinya demi kebahagiaan pasangan. Ini adalah pertanda nyata bahwa ia perlahan kehilangan diri sendiri.

3. Selalu Berada dalam Posisi Defensif

Tanda lain adalah ia selalu merasa perlu membela diri dari pasangannya. Ia selalu merasa harus membenarkan setiap tindakan dan perkataannya. Kondisi ini membuatnya merasa tidak aman.

Ia terus-menerus merasa dihakimi, meskipun tidak ada alasan yang jelas. Perasaan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan hubungan.

4. Merasa Terisolasi dari Sistem Pendukung

Ia mulai menjauh dari teman-teman serta keluarga. Ia kehilangan kontak dengan jaringan pendukung yang seharusnya menopangnya. Ketergantungan emosionalnya hanya pada pasangannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore