Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Agustus 2025 | 16.10 WIB

Mengungkap 8 Perilaku yang Terlihat Kasar Padahal Bentuk Perlindungan Diri

Ilustrasi seseorang berdiri dengan tangan menyilang di dada, terlihat dingin dan tidak ramah, namun sebenarnya mencoba melindungi diri dari lingkungan sekitarnya./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang berdiri dengan tangan menyilang di dada, terlihat dingin dan tidak ramah, namun sebenarnya mencoba melindungi diri dari lingkungan sekitarnya./Freepik

JawaPos.com - Kita sering menilai seseorang dari kesan pertama yang tampak di permukaan.

Beberapa perilaku mungkin terlihat kasar atau tidak sopan. Padahal, perilaku tersebut sering kali berasal dari dorongan kuat untuk melindungi diri.

Melansir dari Geediting.com Rabu (6/8), ada delapan perilaku yang salah kita artikan. Tindakan ini sejatinya adalah mekanisme perlindungan diri yang dalam. Mari kita kupas lebih dalam delapan perilaku tersebut.

1. Humor Defensif

Terkadang, humor bisa menjadi perisai dari perasaan tidak nyaman atau kritik. Humor yang sarkastik atau merendahkan diri adalah cara menghindari pembicaraan serius. Ini adalah cara seseorang mengalihkan perhatian dari kelemahan diri.

Perilaku ini tidak bertujuan untuk kasar, melainkan menangkis serangan emosional. Ini adalah mekanisme pertahanan diri untuk menjaga jarak.

2. Membatalkan Janji Terus-menerus

Membatalkan janji secara konstan sering kali kita anggap tidak sopan. Padahal, ini merupakan cara seseorang menghindari interaksi sosial yang berlebihan. Ini adalah bentuk perlindungan diri dari kelelahan.

Perilaku ini menunjukkan bahwa mereka sedang berjuang menghadapi sesuatu. Hal ini adalah cara seseorang melindungi energi mental dan emosionalnya.

3. Sikap Tidak Peduli

Pria dan wanita yang tampak acuh tak acuh sebenarnya sedang melindungi diri. Mereka tidak ingin menunjukkan kerapuhan emosional di depan umum. Ini adalah cara mereka menghindari perhatian.

Perilaku ini adalah mekanisme pertahanan diri, bukan tanda ketidakpedulian yang tulus. Mereka ingin menjaga perasaannya agar tidak terlihat.

4. Perilaku Terlalu Kritis

Orang yang terlalu kritis terhadap orang lain sesungguhnya sedang melindungi diri dari rasa tidak mampu. Mereka mengalihkan kekurangan diri dengan menyoroti kesalahan orang lain. Ini adalah cara mereka merasa lebih berkuasa.

Dengan mencari kesalahan orang lain, mereka merasa memiliki kendali lebih. Perilaku ini hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian dari ketidakamanan diri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore