
Lebih fokus kognitif dan pekerjaan mendalam (deep work) adalah salah satu perilaku orang yang selalu mendiamkan ponselnya (freepik)
JawaPos.com – Ponsel menjadi benda yang nyaris tidak pernah lepas dari genggaman banyak orang. Namun,ada sebagian individu yang justru memilih untuk terus membiarkan ponselnya dalam keadaan diam atau mode senyap.
Mereka tidak tergoda oleh notifikasi, tidak cemas jika tidak segera membalas pesan,bahkan sering kali tidak sadar jika ada panggilan masuk.
Dari sudut pandang psikologi, kebiasaan ini bukan sekadar soal ketidaktertarikan terhadap teknologi, tetapi bisa mencerminkan sisi kepribadian tertentu.
Penelitian yang dilakukan Barreda Angeles dan Hartmann tahun 2022 menunjukkan bahwa kebiasaan digital seseorang kerap berhubungan erat dengan tipe kepribadian dan regulasi emosi mereka.
Artikel kali ini akan membahas tentang beberapa ciri orang yang selalu mendiamkan ponselnya menurut psikologi sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Minggu (3/8) sebagai berikut :
Orang yang terbiasa mendiamkan ponselnya baik secara sadar maupun sebagai gaya hidup sering kali menunjukkan tingkat self-discipline (disiplin diri) yang tinggi serta ketelitian dalam aktivitas sehari-hari.
Pada dasarnya orang yang teliti memiliki skor tinggi dalam hal pengaturan diri. Artinya mereka suka membuat rencana, menghindari gangguan yang tidak perlu dan menyelesaikan apa yang mereka mulai. Mereka cenderung tidak membiarkan notifikasi atau distraksi eksternal mengganggu fokus dan produktivitasnya.
Intinya tindakan menonaktifkan suara atau getar pada ponsel bukanlah sekadar kebiasaan melainkan bentuk kontrol diri atas distraksi digital yang bisa mengganggu alur kerja, pemikiran bahkan ketenangan batin.
Sebuah studi tahun 2025 terhadap pekerja kantoran di Universitas Kyung Hee menemukan bahwa mereka yang menyetel ponsel mereka dalam mode senyap selama hari kerja melaporkan lebih sedikit stres dan keterlibatan kerja yang lebih tinggi.
Orang yang terbiasa mendiamkan ponselnya sering kali menunjukkan tingkat mindfulness atau kesadaran penuh yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hidup secara reaktif terhadap setiap notifikasi, pesan atau gangguan digital yang muncul.
Sebaliknya, mereka memilih untuk hadir secara utuh di momen yang sedang dijalani baik saat bekerja, belajar, berdiskusi maupun beribadah.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Behavioral Addictions oleh Roberts tahun 2014, ditemukan bahwa ketergantungan pada ponsel sangat berkaitan dengan penurunan tingkat mindfulness dan peningkatan stres.
Sebaliknya, individu yang mempraktikkan mindfulness secara konsisten lebih mampu mengelola penggunaan ponselnya, termasuk memilih untuk mendiamkannya demi menjaga fokus dan ketenangan batin.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
