
seseorang yang bahagia seiring bertambahnya usia / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection
JawaPos.com - Banyak orang membayangkan bahwa kebahagiaan akan datang dengan sendirinya ketika usia bertambah. Mereka berpikir bahwa pengalaman hidup, kestabilan finansial, atau kedewasaan emosional otomatis membuat hidup terasa lebih damai. Namun kenyataannya, kebahagiaan di usia yang semakin matang bukan hanya soal apa yang kita miliki, melainkan juga tentang perilaku apa yang kita tinggalkan.
Psikologi modern menunjukkan bahwa kualitas hidup seseorang di masa dewasa dan lanjut usia sangat dipengaruhi oleh kebiasaan mental yang dipelihara selama bertahun-tahun. Beberapa perilaku yang tampak sepele justru diam-diam menguras energi emosional, merusak hubungan sosial, dan membuat seseorang merasa kosong meski hidup terlihat baik-baik saja.
Kabar baiknya, kebahagiaan bukan sesuatu yang sepenuhnya ditentukan oleh keadaan luar. Banyak penelitian psikologi menemukan bahwa pola pikir dan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap rasa puas dalam hidup. Artinya, kita memiliki kendali untuk menciptakan kehidupan yang lebih tenang, sehat, dan bermakna.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (12/5), jika Anda ingin tetap bahagia seiring bertambahnya usia, mungkin sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal pada lima perilaku berikut.
1. Terlalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Salah satu perilaku paling merusak kebahagiaan adalah kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan kehidupan orang lain. Di era media sosial, perilaku ini menjadi semakin umum. Kita melihat pencapaian teman, liburan mewah, keluarga harmonis, karier cemerlang, atau gaya hidup yang tampak sempurna, lalu tanpa sadar merasa hidup kita kurang.
Psikologi menyebut fenomena ini sebagai “social comparison” atau perbandingan sosial. Manusia memang secara alami membandingkan diri dengan orang lain untuk menilai posisi mereka dalam lingkungan sosial. Namun ketika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, dampaknya bisa sangat negatif.
Orang yang terlalu sering membandingkan diri cenderung mengalami:
Rasa tidak puas berkepanjangan
Kecemasan sosial
Penurunan rasa percaya diri
Perasaan tertinggal dalam hidup
Sulit menikmati pencapaian pribadi
Semakin bertambah usia, kebiasaan ini justru semakin melelahkan. Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. Ada yang sukses di usia muda, ada yang menemukan makna hidup setelah usia 50 tahun. Membandingkan perjalanan hidup hanya akan membuat kita kehilangan kemampuan menghargai proses sendiri.
Psikolog menyarankan untuk lebih fokus pada perkembangan pribadi dibanding kompetisi sosial. Alih-alih bertanya, “Mengapa hidup mereka lebih baik?” cobalah bertanya, “Apakah saya menjadi pribadi yang lebih baik dibanding beberapa tahun lalu?”
Kebahagiaan jangka panjang lahir dari rasa syukur dan penerimaan diri, bukan dari perlombaan tanpa akhir.
2. Menyimpan Dendam dan Luka Lama
Banyak orang membawa luka emosional selama bertahun-tahun. Mereka terus mengingat penghinaan, pengkhianatan, kegagalan, atau perlakuan buruk yang pernah dialami. Tanpa sadar, dendam menjadi beban mental yang terus menguras energi.
Menurut psikologi, menyimpan kemarahan dalam waktu lama dapat meningkatkan stres kronis. Tubuh tetap berada dalam kondisi tegang karena otak terus menganggap ancaman emosional itu masih ada. Akibatnya, seseorang lebih mudah cemas, sulit tidur, cepat marah, bahkan mengalami gangguan kesehatan fisik.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
