Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 14.39 WIB

Orang-orang yang Benar-benar Bahagia di Usia Senja Sudah Lama Berhenti Mempedulikan 7 Hal Ini Menurut Psikologi

seseorang yang benar-benar bahagia di usia senja / foto: Magnific/user25451090 - Image

seseorang yang benar-benar bahagia di usia senja / foto: Magnific/user25451090

JawaPos.com - Menua sering dianggap sebagai fase kehidupan yang penuh keterbatasan. Rambut mulai memutih, energi tidak lagi sama, dan banyak perubahan datang tanpa permisi. Namun menariknya, berbagai penelitian psikologi justru menunjukkan bahwa banyak orang merasa lebih damai dan lebih bahagia ketika memasuki usia senja dibandingkan masa muda mereka.

Mengapa bisa begitu?

Jawabannya bukan karena hidup mereka menjadi sempurna. Bukan pula karena semua masalah selesai. Orang-orang yang benar-benar bahagia di usia senja biasanya memiliki cara pandang yang berbeda terhadap kehidupan. Mereka belajar melepaskan hal-hal yang dulu terasa sangat penting, tetapi ternyata hanya menguras energi emosional.

Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan kematangan emosional dan kemampuan menerima hidup apa adanya. Seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung memahami bahwa waktu terlalu berharga untuk dihabiskan demi hal-hal yang tidak membawa ketenangan batin.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (12/5), terdapat tujuh hal yang biasanya sudah tidak lagi dipedulikan oleh orang-orang yang benar-benar bahagia di usia senja.

1. Keinginan untuk Menyenangkan Semua Orang

Ketika masih muda, banyak orang hidup dengan dorongan untuk diterima. Mereka takut dianggap gagal, takut dikritik, atau takut mengecewakan orang lain. Akibatnya, hidup dipenuhi kompromi yang melelahkan.

Namun orang-orang yang bahagia di usia senja sadar bahwa mustahil membuat semua orang puas.

Psikologi sosial menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan alami untuk diterima dalam kelompok. Tetapi jika kebutuhan itu terlalu dominan, seseorang akan kehilangan identitas dirinya sendiri. Mereka terus menyesuaikan diri sampai lupa apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Di usia yang lebih matang, banyak orang mulai memahami bahwa hidup tidak harus selalu mendapat persetujuan dari semua pihak. Mereka berhenti meminta validasi terus-menerus.

Mereka tidak lagi merasa bersalah karena berkata “tidak.”

Mereka tidak memaksakan diri hadir di semua acara.

Mereka juga tidak lagi terlalu memikirkan komentar negatif yang tidak membangun.

Bukan berarti mereka menjadi egois. Justru sebaliknya, mereka menjadi lebih tulus karena keputusan yang diambil berasal dari kesadaran diri, bukan tekanan sosial.

Orang yang damai di usia senja biasanya lebih memilih hubungan yang sehat daripada hubungan yang hanya dipertahankan demi pencitraan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore