Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 17.08 WIB

Stres Trauma Sekunder: Mengapa Berita Negatif Bisa Menyebabkan Kelelahan Mental Serius

Ilustrasi seorang pria tampak lesu dan tertekan, duduk sendirian, menunjukkan kelelahan mental yang tidak disadari./Freepik - Image

Ilustrasi seorang pria tampak lesu dan tertekan, duduk sendirian, menunjukkan kelelahan mental yang tidak disadari./Freepik

JawaPos.com - Di era informasi tanpa batas, Anda mungkin merasa kewalahan oleh berita-berita tragis yang muncul setiap hari.

Mulai dari kekerasan bersenjata hingga bencana alam, paparan terhadap peristiwa traumatis meskipun tidak dialami secara langsung dapat meninggalkan bekas emosional yang dalam.

Hal ini dikenal sebagai stres trauma sekunder.

Fenomena ini bukan hanya menimpa tenaga kesehatan mental, tetapi juga masyarakat umum yang kerap terhubung dengan media sosial dan berita daring.

Tanpa disadari, tubuh dan pikiran Anda bisa menanggung beban emosional dari cerita-cerita pilu yang terus menghampiri layar.

Penting bagi Anda untuk memahami bahwa stres trauma sekunder adalah respons nyata dan valid.

Artikel ini akan membahas penyebab, gejala, dan strategi praktis untuk mengurangi dampaknya yang dihimpun dari EVERYDAY HEALTH pada Selasa (22/07).

Dengan penanganan yang tepat, Anda dapat tetap terinformasi tanpa harus kehilangan ketenangan batin.

1. Mengenal Stres Trauma Sekunder dan Mengapa Ini Bisa Terjadi pada Anda
Stres trauma sekunder adalah tekanan emosional yang muncul akibat mendengar atau menyaksikan pengalaman traumatis orang lain.

Meskipun Anda tidak mengalami kejadian tersebut secara langsung, otak dan tubuh Anda bisa memberikan respons yang menyerupai trauma primer.

Fenomena ini sering terjadi pada orang yang secara emosional terhubung dengan korban atau memiliki pengalaman serupa di masa lalu.

Berita-berita tragis yang berulang di media seperti penembakan massal, bencana alam, atau kejahatan kebencian dapat memicu reaksi emosional yang mendalam.

Terlebih jika Anda memiliki empati tinggi atau berada dalam kelompok identitas yang sama dengan korban, Anda lebih rentan mengalami gejala yang menyulitkan aktivitas harian.

Paparan semacam ini tidak boleh dianggap sepele.

Jika dibiarkan, stres trauma sekunder dapat berdampak pada kualitas hidup, mulai dari kelelahan emosional hingga munculnya gangguan kecemasan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore