Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 06.44 WIB

Kenali 10 Pilihan Kata Halus Pengungkap Sifat Manipulatif Seseorang

Seseorang tampak merenung, menganalisis percakapan untuk mendeteksi tanda-tanda manipulasi terselubung dalam komunikasi./Freepik - Image

Seseorang tampak merenung, menganalisis percakapan untuk mendeteksi tanda-tanda manipulasi terselubung dalam komunikasi./Freepik

JawaPos.com - Para manipulator tidak pernah datang dengan tanda khusus. Mereka tidak perlu memberitahu niat buruknya. Kekuatan utama manipulator ada pada pilihan bahasa mereka.

Kata-kata halus dan terampil ini bisa mengaburkan penilaian Anda. Namun, tidak semua orang mudah tertipu oleh hal tersebut. Melansir dari Geediting.com Jumat (18/7), ada beberapa orang mampu mendeteksi manipulasi dengan cepat.

Berikut adalah 10 pilihan kata halus yang sering digunakan manipulator:

  1. “Kamu selalu…” / “Kamu tidak pernah…”

Frasa ekstrem ini menjadi tanda bahaya. Manipulator menggunakannya untuk memicu rasa bersalah. Contohnya adalah, "Kamu tidak pernah menghargai apa yang saya lakukan." Istilah mutlak ini jarang mencerminkan kenyataan.

  • “Sepertinya saya cuma jadi orang jahat di sini.”

  • Frasa ini merupakan pemicu rasa bersalah berbalut kerendahan hati palsu. Ini sering jadi taktik manipulatif untuk menghindari tanggung jawab. Dengan membuat dirinya tampak sebagai korban, manipulator mencoba membungkam kritik.

  • “Kamu terlalu sensitif.”

  • Ini adalah cara manipulator untuk membatalkan perasaan Anda. Mereka menggunakan frasa ini untuk membingkai ulang reaksi Anda sebagai masalah. Ini adalah pengalihan cerdas dari masalah utamanya.

    Digunakan setelah komentar kejam, frasa ini dirancang untuk menulis ulang sejarah. Ini memungkinkan manipulator menyangkal tanggung jawab. Frasa ini menyiratkan Anda tidak memiliki selera humor.

  • “Kamu tidak akan mengerti.”

  • Secara permukaan, ini terdengar seperti cara merendah untuk mengakhiri topik. Namun, lebih sering ini adalah bentuk dominasi intelektual atau penolakan emosional. Manipulator menggunakannya untuk membuat orang lain merasa terpinggirkan.

  • “Semua orang setuju dengan saya.”

  • Frasa ini mencoba mengisolasi dan mengontrol dengan memanfaatkan konsensus imajiner. Manipulator menggunakan ilusi keramaian, seperti “Semua orang mengira kamu bereaksi berlebihan.” Ini bertujuan membuat Anda meragukan perspektif diri sendiri.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore