Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 06.04 WIB

10 Perilaku Tak Disadari Ini Sering Buat Lansia Merasa Tak Terlihat Seiring Usia

Seseorang yang tampak merenung di tengah keramaian, menggambarkan perasaan kesepian meskipun dikelilingi banyak orang./Freepik - Image

Seseorang yang tampak merenung di tengah keramaian, menggambarkan perasaan kesepian meskipun dikelilingi banyak orang./Freepik

JawaPos.com - Proses penuaan membawa banyak perubahan dalam hidup, ada yang menyenangkan, ada pula yang sulit diterima. Tubuh mungkin melambat, muncul rasa sakit baru, atau tiba-tiba membutuhkan tidur siang. Namun, satu perubahan sulit yang jarang diperingatkan adalah betapa mudahnya merasa tidak terlihat.

Perasaan ini jarang disengaja, sebab orang tidak bangun dan memutuskan untuk mengabaikan Anda. Namun, sedikit demi sedikit, melalui kata-kata yang tak terucap dan tindakan yang terlewatkan, seseorang mulai merasa seolah-olah telah memudar dari pandangan.

Melansir dari Geediting.com Jumat (18/7), berikut adalah sepuluh perilaku halus yang dapat membuat seseorang merasa tidak terlihat seiring bertambahnya usia, bahkan jika tidak ada orang di sekitarnya yang menyadarinya.

1. Tidak Diminta Pendapat

Perasaan ini dimulai dengan hal-hal kecil seperti tempat makan atau film apa yang akan ditonton. Anda duduk di meja, dan keputusan dibuat di sekitar Anda begitu saja. Orang mungkin menganggap Anda tidak peduli atau lebih suka orang lain memilih. Ketika tidak ada yang bertanya apa yang Anda pikirkan, itu mengirimkan pesan kuat.

2. Diajak Bicara Seolah Rapuh atau Sederhana

Banyak orang berbicara kepada lansia dengan nada lambat atau terlalu manis, seperti berbicara dengan balita. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk kebaikan, tetapi dapat terasa sangat merendahkan martabat. Sebagian besar individu berusia tujuh puluhan atau delapan puluhan telah melihat, menjalani, dan menangani lebih banyak hal daripada orang yang berbicara kepada mereka seperti anak kecil.

3. Orang Lain Memotong atau Berbicara untuk Mereka

Anda sedang dalam percakapan, lalu seseorang menjawab pertanyaan yang ditujukan untuk Anda. Atau seseorang yang lebih muda memotong sebelum Anda menyelesaikan pikiran. Terkadang mereka bahkan tidak menyadarinya telah melakukan itu. Namun, ketika ini sering terjadi, Anda mulai bertanya pada diri sendiri mengapa harus berbicara sama sekali jika tidak ada yang benar-benar mendengarkan.

4. Tidak Diikutsertakan dalam Rencana

Hal ini terasa sangat menyakitkan, terutama ketika datang dari keluarga sendiri. Anak-anak Anda merencanakan perjalanan tanpa menyebutkannya, atau cucu-cucu berkumpul dan lupa mengundang Anda. Bahkan acara kumpul-kumpul lingkungan entah bagaimana terlewatkan tanpa pemberitahuan. Ini mungkin karena orang menganggap Anda terlalu lelah, terlalu sibuk, atau tidak tertarik.

5. Pengingat Konstan tentang Apa yang Tidak Bisa Dilakukan

Komentar seperti, "Anda seharusnya tidak mengangkat itu" atau "Anda mungkin tidak ingin pergi, terlalu berisik" seringkali muncul. Kebanyakan komentar ini berasal dari rasa sayang yang tulus. Namun, jika diulang terlalu sering, itu dapat mengikis harga diri. Tidak ada yang suka didefinisikan oleh apa yang tidak dapat mereka lakukan, apalagi saat mereka masih sangat mampu melakukan banyak hal.

6. Sering Terinterupsi di Tengah Kalimat

Ini mungkin tidak disengaja, seperti ketika seseorang yang lebih muda menyela atau cucu menyelesaikan kalimat. Atau seorang teman yang bermaksud baik memotong Anda sebelum mencapai poin utama. Namun, terganggu berulang kali tidak hanya mengganggu percakapan. Hal ini mengirimkan pesan halus bahwa pikiran Anda tidak cukup penting untuk diselesaikan.

7. Ditinggalkan dalam Komunikasi Berbasis Teknologi

Pernahkah Anda mengetahui tentang acara keluarga setelah itu terjadi? Hal ini seringkali karena undangan dikirim melalui obrolan grup yang tidak Anda ikuti. Ini bukan berarti ada orang yang sengaja meninggalkan Anda. Mereka hanya berasumsi Anda "tidak menggunakan hal-hal itu." Ketika komunikasi beralih ke teknologi, dan orang yang lebih tua tidak disertakan, itu menjadi satu cara lagi mereka tertinggal.

8. Menganggap Diam Berarti Setuju

Hanya karena seseorang yang lebih tua diam tidak berarti mereka baik-baik saja. Juga tidak berarti mereka setuju atau tidak punya apa-apa untuk dikatakan. Terkadang diam berarti, "Saya lelah mengulang diri." Di lain waktu itu berarti, "Lagipula tidak ada yang benar-benar mendengarkan." Memperhatikan mengapa seseorang diam dapat membuat perbedaan antara koneksi dan jarak emosional yang semakin melebar seiring waktu.

9. Jarang Disentuh

Seiring bertambahnya usia, kasih sayang fisik seringkali memudar. Pasangan meninggal, anak-anak tumbuh dewasa, teman-teman pindah atau sakit. Tanpa disadari, sentuhan, sesuatu sesederhana tangan di lengan atau pelukan hangat, menghilang. Tetapi koneksi fisik adalah kebutuhan manusia, berapa pun usia Anda. Ketidakhadirannya dapat membuat seseorang merasa terisolasi, bahkan ketika mereka secara teknis "tidak sendirian."

10. Lebih Sering Dibicarakan daripada Diajak Bicara

Ini sering terjadi dalam pengaturan medis, misalnya anggota keluarga berbicara kepada perawat sementara lansia duduk diam di dekatnya. Dokter mengarahkan pertanyaan kepada pengasuh alih-alih pasien itu sendiri. Berbicara langsung kepada seseorang, terutama ketika itu menyangkut mereka, adalah cara sederhana untuk menghormati kemanusiaan mereka.

Orang tidak sengaja membuat Anda merasa tidak terlihat, kebanyakan perilaku ini bukan tindakan kejam. Perilaku tersebut adalah bentuk ketidaksadaran yang harus diperhatikan. Namun, itu tidak membuat rasa sakitnya berkurang sedikit pun.

Jika Anda melihat beberapa pola ini dalam hidup Anda, ketahuilah bahwa kehadiran dan cerita Anda tetap penting. Anda tetap layak untuk dilihat, didengar, dan disertakan dalam kehidupan sosial. Jika Anda tidak sengaja membuat seseorang merasa tidak terlihat, tidak perlu merasa malu. Yang dibutuhkan hanya kesadaran dan perubahan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore