Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 16.12 WIB

Frasa Halus Pasangan Pengontrol dalam Percakapan Sehari-hari yang Sering Tak Disadari

Ilustrasi pasangan yang sedang berdebat, melambangkan kontrol dalam hubungan personal./Freepik - Image

Ilustrasi pasangan yang sedang berdebat, melambangkan kontrol dalam hubungan personal./Freepik

JawaPos.com - Ada batas tipis antara peduli dan mengontrol seseorang dalam suatu hubungan. Batas ini dapat samar dalam pertukaran harian sebuah hubungan.

Pasangan pengontrol mungkin menyamarkan niat mereka dengan frasa yang tampak tidak berbahaya.

Mereka secara halus memanipulasi dinamika percakapan yang terjadi setiap hari.

Melansir dari Geediting.com Jumat (4/7), sepuluh frasa halus yang sering digunakan pasangan pengontrol terungkap. Memahami ini penting untuk menjaga kejelasan hubungan yang sehat.

Berikut adalah sepuluh frasa halus yang digunakan pasangan pengontrol:

  1. "Kamu selalu..."

Pernyataan menyeluruh ini adalah alat klasik dalam gudang manipulasi mereka. Frasa ini dirancang untuk menggeneralisasi perilaku pasangan dan menyudutkannya dalam posisi defensif. Dengan "Kamu selalu...", pasangan pengontrol tidak menyisakan ruang diskusi.

  • "Aku hanya khawatir tentang kamu..."

  • Ungkapan ini tampak seperti kepedulian, namun dapat menjadi sarana kontrol halus. Frasa tersebut bertujuan untuk secara halus memanipulasi situasi yang ada. Kekhawatiran mereka seringkali dijadikan alasan mengendalikan tindakan.

  • "Kamu tidak percaya padaku?..."

  • Frasa ini memutarbalikkan situasi dan mengubah kepercayaan menjadi alat manipulasi. Fokus bergeser dari tindakan pasangan pengontrol ke tingkat kepercayaan individu lain. Pertanyaan ini menjadi cara menyalahkan pasangan dan memicu keraguan diri.

  • "Jika kamu mencintaiku, kamu akan..."

  • Frasa ini merupakan alat manipulasi yang kuat karena menggunakan cinta sebagai pengaruh. Dengan mengaitkan suatu tindakan dengan konsep cinta, pasangan pengontrol menciptakan perasaan kewajiban. Seolah-olah tidak melakukan keinginan mereka sama dengan tidak mencintai mereka.

  • "Kamu bereaksi berlebihan..."

  • Pernyataan sederhana ini dapat memberikan pukulan manipulatif yang signifikan. Dengan mengatakan seseorang bereaksi berlebihan, pasangan pengontrol meremehkan perasaan dan kekhawatiran mereka. Ini adalah bentuk gaslighting yang membuat korban meragukan realitasnya.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore