Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 04.37 WIB

Tak Mudah Tersulut Emosi! 6 Kebiasaan Orang yang Emosinya Stabil dan Mampu Mengontrol Diri Sendiri

lustrasi kebiasaan orang yang emosinya stabil (cookie_studio/freepik.com)

JawaPos.com - Saat kita membayangkan seseorang yang stabil secara emosional, sesungguhnya kita sedang merujuk pada sosok yang memiliki kemampuan mengelola emosi dengan baik. Bukan berarti mereka tidak merasakan emosi, atau berupaya menghilangkannya. Justru, kunci utamanya terletak pada bagaimana mereka mampu merespons emosi tersebut secara sehat dan terkendali.

Tujuannya bukan guna menekan atau mengabaikan perasaan, melainkan belajar mengenal, menerima, dan menyalurkannya dengan cara yang membangun. Mengutip Choosing Therapy, berikut ini beberapa kebiasaan orang yang emosinya stabil dan mampu mengontrol diri sendiri.

1. Refleksi diri secara teratur

Seseorang yang punya kestabilan emosi atau tingkat kecerdasan emosional yang tinggi umumnya memiliki satu kebiasaan penting, di mana mereka rutin melakukan refleksi diri. Ini bukan sekadar merenung, tetapi benar-benar meluangkan waktu guna memahami apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan lakukan.

Dengan membiasakan diri dalam mengevaluasi emosi dan perilaku, mereka menjadi lebih sadar akan diri sendiri. Hubungan dengan orang lain pun menjadi lebih hangat, sehat, dan penuh empati. Refleksi diri menjadi fondasi penting untuk membangun koneksi sosial yang kuat dan kehidupan emosional seimbang.

2. Melatih perhatian penuh

Mindfulness atau kesadaran penuh adalah keterampilan penting yang mengajarkan kita agar fokus pada momen saat ini, tanpa terjebak masa lalu atau terlalu cemas akan masa depan. Dalam terapi perilaku dialektik (DBT), mindfulness menjadi salah satu teknik utama untuk membantu mengelola emosi sehari-hari.

Dengan melatih kesadaran penuh, kita belajar mengenali apa yang kita pikirkan, rasakan, dan alami baik secara fisik maupun emosional dengan sikap terbuka dan tanpa menghakimi. Teknik sederhana seperti mengamati dan mendeskripsikan dapat membantu kita merespons situasi dengan lebih tenang dan bijak.

3. Manajemen stres yang efektif

Salah satu indikator utama dari kestabilan emosi seseorang terletak pada kemampuannya dalam menghadapi dan mengelola stres. Pada kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan seperti sekarang, kemampuan ini menjadi semakin krusial.

Stabilitas emosional bukan berarti tidak pernah merasa cemas atau tertekan, namun bagaimana kita merespons situasi tersebut dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Keadaan ini melibatkan keterampilan mengatur emosi, terutama ketika berada dalam kondisi yang menantang secara mental maupun emosional.

Dengan belajar mengelola stres secara sehat baik melalui teknik pernapasan, mindfulness, atau strategi koping lainnya kita tidak hanya menjaga keseimbangan emosi, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Orang yang stabil secara emosional tahu kapan harus mengambil jeda, bagaimana mengelola pikiran negatif, dan mampu kembali bangkit usai menghadapi tekanan.

4. Menjaga kesehatan fisik 

Stabilitas emosional tidak hanya bergantung pada kondisi mental, namun juga sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Aktivitas seperti olahraga rutin dan tidur yang cukup memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan emosi kita sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa ada kaitan erat antara olahraga dan kesehatan mental.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore