Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 03.42 WIB

Menghindari 10 Frasa: Cara Orang Terampil Sosial Berkomunikasi Efektif Setiap Hari

Ilustrasi dua orang yang sedang berbincang dengan ekspresi saling memahami dan mendengarkan, menunjukkan komunikasi yang efektif./Freepik - Image

Ilustrasi dua orang yang sedang berbincang dengan ekspresi saling memahami dan mendengarkan, menunjukkan komunikasi yang efektif./Freepik

JawaPos.com - Kemampuan berkomunikasi efektif merupakan kunci utama dalam interaksi sosial.

Orang dengan keterampilan sosial tinggi seringkali menyadari dampak kata-kata. Mereka cenderung memilih kalimat dengan sangat cermat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Melansir dari Geediting.com Sabtu (28/6), ada beberapa frasa umum yang sebisa mungkin dihindari oleh individu terampil sosial.

Frasa-frasa ini sering kali dapat merusak kesan atau menghambat koneksi. Memahami hal ini akan membantu meningkatkan kualitas percakapan sehari-hari.

1. "Tidak Masalah"

Frasa ini sering diucapkan saat seseorang meminta maaf atas suatu hal yang penting bagi lawan bicaranya. Mengatakan "tidak masalah" dapat mengabaikan perasaan atau kekhawatiran orang lain. Itu berpotensi membuat permintaan maaf terasa kurang tulus.

Orang terampil sosial justru mengakui perasaan yang ada. Mereka akan memvalidasi emosi orang lain, menunjukkan empati yang kuat.

2. "Sejujurnya"

Menggunakan kata "sejujurnya" sering kali menyiratkan bahwa perkataan sebelumnya mungkin tidak jujur sepenuhnya. Ini dapat menciptakan keraguan pada kredibilitas pembicara. Frasa ini justru bisa merusak kepercayaan pendengar.

Orang terampil sosial umumnya menghindari frasa semacam ini. Mereka cenderung berbicara jujur sejak awal, tanpa perlu penekanan tambahan.

3. "Anda Harus"

Memberi tahu orang lain apa yang harus mereka lakukan dapat terdengar sangat sombong atau meremehkan. Frasa ini menghilangkan otonomi dan pilihan individu dalam percakapan. Ini dapat membuat lawan bicara merasa direndahkan.

Orang terampil sosial lebih suka menawarkan saran atau pandangan mereka. Mereka menggunakan bahasa yang lebih lembut dan tidak memaksa siapa pun.

4. "Saya Tahu yang Terbaik"

Mengklaim diri paling tahu segala hal adalah kebiasaan yang sangat tidak menyenangkan bagi siapa pun. Sikap ini mengisyaratkan bahwa pendapat orang lain tidak relevan. Ini juga bisa membuat diskusi menjadi satu arah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore