Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 02.19 WIB

8 Pola Perilaku yang Menunjukkan Kamu Bukan Orang yang Gampang Percaya, Meski Kamu Mengaku Open Minded

8 Pola Perilaku yang Menunjukkan Kamu Bukan Orang yang Gampang Percaya - Image

8 Pola Perilaku yang Menunjukkan Kamu Bukan Orang yang Gampang Percaya

JawaPos.com - Kamu bisa saja berkata kamu orang yang terbuka, tapi sering kali, tindakanmu menceritakan kisah yang berbeda. Ada delapan pola perilaku halus yang diam-diam menunjukkan bahwa kepercayaan bukan hal yang mudah bagimu. Dan jujur saja, kamu tidak sendirian.

Beberapa orang tampak mengatakan semua hal yang tepat—“Aku terbuka kok,” “Aku nggak takut dekat dengan siapa pun,” “Aku fleksibel”—tapi kalau diamati lebih dalam, sikap mereka mencerminkan sesuatu yang jauh lebih berhati-hati.

Kepercayaan memang rumit. Bukan cuma soal kata-kata. Tapi juga soal apa yang dilakukan saat tak ada yang memperhatikan. Dan sering kali, mereka yang pernah disakiti akan mengembangkan pola-pola kecil yang bekerja layaknya baju zirah emosional.

Kalau kamu pernah bertanya-tanya, “Apa mungkin aku lebih tertutup dari yang kupikirkan?”, bisa jadi delapan tanda berikut ini akan terasa sangat dekat dengan dirimu, seperti dilansir dari VegOut.

1. Kamu lebih suka mendengarkan daripada berbagi

Mungkin kamu percaya dirimu adalah pendengar yang baik. Dan itu bisa jadi benar. Tapi ada garis tipis antara benar-benar hadir dalam percakapan dan menghindari kerentanan.

Kalau kamu sering mengalihkan pembicaraan dari hal-hal pribadi, memberi jawaban setengah-setengah, atau menggunakan humor untuk menyelamatkan situasi—bisa jadi itu bentuk perlindungan diri.

Bukan berarti kamu tidak jujur. Kamu hanya pernah belajar bahwa membuka diri tidak selalu aman. Dan ya, semakin sedikit yang dibagikan, semakin sedikit pula yang bisa digunakan untuk menyakitimu.

Tapi sayangnya, hubungan yang sehat butuh kerentanan dari kedua sisi. Jika kamu selalu jadi pendengar, kamu mungkin menutup pintu terhadap kedekatan yang sebenarnya kamu inginkan.

2. Kamu terus-menerus membaca yang tersirat

Pernah keluar dari percakapan biasa lalu kepikiran sepanjang malam, “Apa maksud sebenarnya dari ucapan mereka?” atau “Kenapa mereka tiba-tiba diam sebelum menjawab?”

Itu bukan hanya overthinking. Itu cara otakmu melindungi diri dari potensi kekecewaan.

Sering kali, orang yang berhati-hati dalam mempercayai akan belajar membaca tanda-tanda kecil lebih dulu, sebelum luka yang lebih besar datang.

Kalau kamu terbiasa membedah makna tersembunyi dalam kata atau bahasa tubuh orang lain, itu bukan paranoia melainkan mekanisme bertahan yang pernah kamu pelajari.

3. Kamu menghindari lingkungan kelompok yang rawan emosi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore