
Ilustrasi orang yang dompetnya kosong tanpa uang. (Freepik)
JawaPos.com - Tumbuh dalam kondisi ekonomi terbatas bukan hanya membentuk cara seseorang mengelola uang, tetapi juga dapat memengaruhi pola pikir, emosi, dan respons bawah sadar di masa dewasa.
Dalam psikologi perkembangan, pengalaman masa kecil—terutama yang berkaitan dengan keamanan finansial—sering membentuk schema atau “kerangka berpikir otomatis” yang memengaruhi keputusan tanpa disadari.
Namun penting untuk diingat: tidak semua orang yang tumbuh miskin akan memiliki perilaku ini, dan tidak semua orang dengan perilaku ini pasti berasal dari latar belakang miskin. Ini adalah kecenderungan, bukan hukum pasti.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku bawah sadar yang sering dikaitkan dengan pengalaman tumbuh tanpa uang yang cukup.
1. Hypervigilance terhadap uang (selalu waspada berlebihan)
Banyak orang yang tumbuh dalam kondisi kekurangan cenderung memiliki “radar finansial” yang sangat sensitif saat dewasa. Mereka bisa sangat sadar terhadap harga, pengeluaran kecil, atau perubahan saldo rekening.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan scarcity mindset (pola pikir kelangkaan). Otak terbiasa memprediksi kekurangan sehingga selalu siaga.
Dampaknya:
Sulit bersantai saat membelanjakan uang
Sering memeriksa pengeluaran berulang kali
Merasa cemas walaupun kondisi sudah stabil
2. Sulit merasa aman secara finansial, meski sudah cukup
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022