Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Juni 2025 | 03.01 WIB

8 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Memilih Diam daripada Melakukan Basa-basi, Menurut Psikologi

8 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Memilih Diam daripada Melakukan Basa-basi - Image

8 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Memilih Diam daripada Melakukan Basa-basi

JawaPos.com - Lebih memilih diam daripada terlibat dalam basa-basi bukan berarti seseorang canggung atau tidak bisa bersosialisasi. Justru, pilihan ini sering kali mencerminkan kepekaan yang tajam, kedalaman berpikir, dan kesadaran diri yang tinggi.

Psikologi modern mengungkap bahwa kecintaan terhadap keheningan bisa menjadi kekuatan tersembunyi yang membawa manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

Ketika berada dalam lingkungan sosial, akan terlihat dua tipe orang. Satu kelompok tampak nyaman berbagi cerita tentang cuaca, akhir pekan, atau pertanyaan seperti, “Kerja di mana sekarang?”

Sementara kelompok lainnya lebih suka berdiri dekat rak buku, cangkir kopi hangat, atau duduk menikmati pemandangan dari balik jendela. Mereka baru akan bergabung dalam percakapan ketika topik mulai menyentuh hal yang lebih dalam dan bermakna.

Sayangnya, kelompok kedua sering disalahartikan sebagai pemalu, sombong, atau kurang pandai bergaul. Padahal, studi psikologis menunjukkan bahwa pilihan untuk diam dan menghindari obrolan ringan justru berkaitan dengan sejumlah kekuatan mental dan emosional yang jarang terlihat di permukaan.

Berikut ini delapan ciri kepribadian yang kerap dimiliki oleh mereka yang lebih menyukai keheningan daripada basa-basi, seperti dilansir dar VegOut.

Jika kamu merasa cocok dengan beberapa di antaranya, mungkin selama ini kamu sedang menyimpan kekuatan super yang tenang.

1. Skor ekstroversi rendah—dan itu adalah kekuatan

Dalam teori kepribadian Lima Besar, ekstroversi berada di spektrum. Seseorang dengan skor rendah bukan berarti antisosial, hanya saja ia merasa interaksi sosial yang dangkal menguras energi. Sebaliknya, ia memulihkan tenaga dari kesendirian yang tenang.

Introvert yang tidak mengumbar kata-kata sembarangan justru sering hadir secara penuh saat berbicara. Mereka mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan tidak merasa perlu mengisi keheningan hanya demi sopan santun.

Sering kali, kehadiran mereka yang tenang menciptakan ruang bagi orang lain untuk berpikir dan merasa lebih nyaman.

2. Mendambakan kedalaman, bukan kebisingan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang bahagia cenderung menghindari percakapan ringan dan lebih menyukai dialog yang bermakna. Bahkan, berbicara secara mendalam dengan orang asing pun dapat menumbuhkan rasa kedekatan yang mengejutkan.

Mereka yang menghindari basa-basi bukan berarti tidak peduli. Justru sebaliknya, mereka ingin membicarakan hal-hal yang sungguh penting. Jika kamu berhasil mengajak mereka bicara, bersiaplah untuk terlibat dalam percakapan yang membekas lama setelah momen itu berlalu.

3. Memiliki kecerdasan emosional tinggi

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore