Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 03.04 WIB

Psikolog Menyarankan Agar Wanita Membuang Beberapa Frasa Ini dari Percakapan Sehari-hari Mereka, Simak Alasannya!

Ilustrasi seorang wanita berbicara dengan percaya diri di tengah percakapan, tanpa menggunakan frasa yang meremehkan diri.(Freepik) - Image

Ilustrasi seorang wanita berbicara dengan percaya diri di tengah percakapan, tanpa menggunakan frasa yang meremehkan diri.(Freepik)

JawaPos.com - Cara kita berkomunikasi sehari-hari sesungguhnya memiliki kekuatan signifikan dalam membentuk bagaimana orang lain memandang dan menanggapi diri kita di berbagai situasi.

Khususnya bagi para wanita, pilihan kata yang digunakan dapat sangat memengaruhi bagaimana pesan yang disampaikan dapat diterima secara efektif oleh lawan bicara.

Para psikolog kini menyoroti beberapa frasa umum yang seringkali secara tidak sadar digunakan oleh wanita, namun berpotensi mengurangi dampak atau kepercayaan diri mereka dalam interaksi.

Mereka sangat mendesak agar frasa-frasa tersebut segera dihapus dari percakapan rutin demi mencapai komunikasi yang lebih efektif dan bermakna dalam setiap kesempatan.

Melansir dari Geediting.com Selasa (17/6), inilah beberapa di antara ungkapan yang disarankan keras untuk tidak lagi digunakan.

1. Penggunaan Kata "Maaf" Berlebihan

Satu di antara kebiasaan yang sangat disarankan untuk dihindari adalah mengucapkan kata "maaf" terlalu sering dalam konteks percakapan sehari-hari yang tidak benar-benar membutuhkan permintaan maaf. Ini seringkali tidak diperlukan sama sekali dan dapat memberikan kesan bahwa Anda selalu merasa bersalah, kurang yakin, atau bahkan meminta izin untuk berbicara bebas dalam diskusi.

2. Mengecilkan Diri dengan Kata "Hanya" atau "Cuma"

Frasa seperti "hanya ingin mengatakan" atau "cuma bertanya" cenderung secara tidak langsung meremehkan pentingnya ide atau kontribusi berharga yang Anda miliki dalam setiap diskusi. Menggunakan kata-kata ini secara berulang dapat sangat mengurangi dampak positif dari apa yang ingin Anda sampaikan secara efektif dan tegas.

3. Ungkapan "Saya Rasa" yang Berlebihan

Memulai setiap kalimat atau pernyataan dengan "saya rasa" atau "menurut saya" dapat membuat argumen yang Anda sampaikan terkesan kurang kuat dan tegas di mata pendengar. Hal ini kadang membuat pendapat atau fakta yang Anda coba sampaikan terdengar seperti dugaan pribadi semata, bukan sebuah keyakinan kuat yang berbasis data atau pengalaman.

4. Terlalu Banyak Meminta Izin untuk Bicara

Wanita sering merasa perlu bertanya seperti "apakah boleh saya bertanya" atau "bisakah saya menyela sebentar" sebelum mereka memulai berbicara dengan percaya diri. Ini secara tidak langsung menunjukkan kurangnya keyakinan pada hak mereka yang setara untuk berkontribusi secara langsung dalam setiap percakapan yang sedang berlangsung.

5. Meremehkan Ide Sendiri di Awal

Mengucapkan "ini mungkin ide bodoh" sebelum menyampaikan gagasan adalah cara langsung untuk secara tidak sengaja mengurangi kredibilitasnya di mata pendengar Anda. Orang lain mungkin akan langsung meremehkan atau tidak terlalu serius pada apa yang akan Anda katakan berikutnya, padahal idenya mungkin brilian.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore