
dampak buruk terlalu banyak main gadget pada anak menurut Psikologi. (Freepik/ freepik)
JawaPos.com – Di tengah kemajuan teknologi, psikologi anak menjadi sorotan akibat dampak gadget yang semakin meresahkan.
Gadget kini bukan lagi barang asing bagi anak, bahkan sudah seperti sahabat yang menemani mereka setiap hari.
Namun, para ahli psikologi mulai menyoroti berbagai dampak serius yang ditimbulkan oleh penggunaan gadget secara berlebihan pada anak.
Perhatian orang tua pun tertuju pada bagaimana gadget dapat membentuk perilaku, emosi, dan perkembangan sosial anak sejak dini.
Dilansir dari geediting.com pada Selasa (17/6), bahwa ada delapan dampak buruk terlalu banyak main gadget pada anak menurut Psikologi.
Ketika si kecil terlalu lama terpaku pada layar gadget, mereka kehilangan kesempatan untuk bergerak aktif seperti berlari, melompat, atau bermain di luar ruangan.
Minimnya aktivitas fisik ini dapat memicu munculnya perasaan gelisah, mudah tersinggung, dan perubahan mood yang tidak stabil pada anak.
Hal ini bukan karena mereka sengaja berperilaku nakal, melainkan tubuh mereka membutuhkan pelepasan energi melalui gerakan fisik yang tidak terpenuhi.
Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam melepaskan hormon endorfin yang membuat perasaan menjadi lebih bahagia dan membantu kualitas tidur menjadi lebih baik.
Ketika anak menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar, mereka kehilangan manfaat-manfaat positif dari aktivitas fisik tersebut.
Kondisi ini kemudian berubah menjadi masalah perilaku yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.
Kunci utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara waktu menggunakan teknologi dengan waktu untuk bergerak dan beraktivitas fisik.
Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menghambat perkembangan kemampuan sosial anak karena mereka lebih memilih dunia virtual daripada interaksi langsung dengan teman sebaya.
Anak yang terlalu fokus pada layar akan kesulitan mempelajari keterampilan dasar dalam bersosialisasi seperti berbagi, bergantian, dan menerima kekalahan dalam permainan.
Mereka cenderung menghindari aktivitas sosial seperti bermain bersama teman di lingkungan sekitar karena lebih tertarik dengan permainan di tablet atau ponsel.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
