Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 03.57 WIB

8 Tanda Kamu Punya Mental yang Kuat Dibandingkan 95 Persen Orang Lainnya, Menurut Psikologi Modern 

Ilustrasi. (Pexels) - Image

Ilustrasi. (Pexels)

JawaPos.com - Mental yang kuat sering dianggap hanya dimiliki segelintir orang luar biasa. Entah itu tentara yang tak kenal takut, CEO yang tak pernah goyah, atau biksu yang bermeditasi di tengah badai salju. 

Namun, menurut psikologi modern, kekuatan mental bukan soal menjadi tahan banting setiap saat. Melainkan soal pola pikir yang bisa dilatih. Tentang bagaimana seseorang menghadapi tekanan, beradaptasi, dan menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai penting mereka.

Selama bertahun-tahun, para peneliti dan praktisi psikologi menemukan bahwa ada pola tertentu yang muncul pada orang-orang yang tetap tenang saat dunia tampak kacau. 

Jika seseorang memiliki sebagian besar tanda berikut, besar kemungkinan mereka termasuk dalam 5% orang yang paling tangguh secara mental, seperti dilansir dari VegOut.

1. Merespons, bukan bereaksi

Orang yang kuat secara mental tahu cara menunda respons saat emosi sedang tinggi. Ketika menerima email yang menyebalkan, mereka tak langsung membalas dengan amarah. Mereka berhenti sejenak, bernapas, lalu menulis balasan yang lebih bijak.

Kemampuan ini disebut regulasi emosi. Menurut penelitian, hal ini bukan hanya membuat seseorang lebih tahan stres, tapi juga berdampak pada kesehatan fisik seperti menurunkan peradangan organ tubuh. 

Dalam Buddhisme, kemampuan ini sejalan dengan ajaran tentang mengamati perasaan tanpa melekat atau menolaknya. Ini menjadi salah satu bentuk latihan batin yang mendalam.

2. Bersikap penuh belas kasih terhadap diri sendiri

Banyak orang percaya bahwa bersikap keras terhadap diri sendiri akan membuat mereka lebih disiplin. Padahal, penelitian menunjukkan sebaliknya. Rasa belas kasih terhadap diri sendiri justru membuat seseorang lebih gigih dan cepat bangkit dari kegagalan.

Alih-alih mencaci diri saat gagal, orang yang kuat mental berbicara pada dirinya seperti sedang menenangkan seorang teman. Cara ini mengisi ulang energi emosional, bukan mengurasnya.

3. Mampu mengubah pola pikir sesuai kebutuhan

Kemampuan menyesuaikan perspektif ketika situasi berubah disebut fleksibilitas psikologis. Orang dengan kemampuan ini tidak kaku memaksakan rencana lama saat kenyataan berubah. Mereka cepat beradaptasi, mencari peluang baru, dan tetap berjalan meski jalurnya berubah.

Studi terbaru bahkan menyebut fleksibilitas psikologis sebagai indikator penting dalam peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

4. Menetapkan dan menjaga batasan sehat

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore