
Ilustrasi. (Pexels)
JawaPos.com - Mental yang kuat sering dianggap hanya dimiliki segelintir orang luar biasa. Entah itu tentara yang tak kenal takut, CEO yang tak pernah goyah, atau biksu yang bermeditasi di tengah badai salju.
Namun, menurut psikologi modern, kekuatan mental bukan soal menjadi tahan banting setiap saat. Melainkan soal pola pikir yang bisa dilatih. Tentang bagaimana seseorang menghadapi tekanan, beradaptasi, dan menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai penting mereka.
Selama bertahun-tahun, para peneliti dan praktisi psikologi menemukan bahwa ada pola tertentu yang muncul pada orang-orang yang tetap tenang saat dunia tampak kacau.
Jika seseorang memiliki sebagian besar tanda berikut, besar kemungkinan mereka termasuk dalam 5% orang yang paling tangguh secara mental, seperti dilansir dari VegOut.
1. Merespons, bukan bereaksi
Orang yang kuat secara mental tahu cara menunda respons saat emosi sedang tinggi. Ketika menerima email yang menyebalkan, mereka tak langsung membalas dengan amarah. Mereka berhenti sejenak, bernapas, lalu menulis balasan yang lebih bijak.
Kemampuan ini disebut regulasi emosi. Menurut penelitian, hal ini bukan hanya membuat seseorang lebih tahan stres, tapi juga berdampak pada kesehatan fisik seperti menurunkan peradangan organ tubuh.
Dalam Buddhisme, kemampuan ini sejalan dengan ajaran tentang mengamati perasaan tanpa melekat atau menolaknya. Ini menjadi salah satu bentuk latihan batin yang mendalam.
2. Bersikap penuh belas kasih terhadap diri sendiri
Banyak orang percaya bahwa bersikap keras terhadap diri sendiri akan membuat mereka lebih disiplin. Padahal, penelitian menunjukkan sebaliknya. Rasa belas kasih terhadap diri sendiri justru membuat seseorang lebih gigih dan cepat bangkit dari kegagalan.
Alih-alih mencaci diri saat gagal, orang yang kuat mental berbicara pada dirinya seperti sedang menenangkan seorang teman. Cara ini mengisi ulang energi emosional, bukan mengurasnya.
3. Mampu mengubah pola pikir sesuai kebutuhan
Kemampuan menyesuaikan perspektif ketika situasi berubah disebut fleksibilitas psikologis. Orang dengan kemampuan ini tidak kaku memaksakan rencana lama saat kenyataan berubah. Mereka cepat beradaptasi, mencari peluang baru, dan tetap berjalan meski jalurnya berubah.
Studi terbaru bahkan menyebut fleksibilitas psikologis sebagai indikator penting dalam peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.
4. Menetapkan dan menjaga batasan sehat

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
