Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Juni 2025 | 01.08 WIB

Orang yang Berpura-pura Sukses di Media Sosial tapi Sebenarnya Bangkrut di Kehidupan Nyata Sering Menunjukkan 10 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang sebetulnya bangkrut hidupnya namun mengaku dan berpura-pura sukses (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Kamu mungkin kenal dengan seseorang yang terlihat sangat kaya dan sukses di media sosial, namun kehidupan nyata mereka mengatakan fakta yang berbeda.

Mungkin mereka tidak berniat menipu siapa pun. Meski begitu jelas sekali mereka sedang menunjukkan versi "kesuksesan" yang sebenarnya belum pernah mereka raih. 

Sebagian karena sindrom penipu, sebagian karena bertahan hidup, dan sebagian lagi karena keyakinan bahwa jika mereka terlihat berhasil, mungkin kesuksesan sungguhan akan mengikuti.

Seiring waktu, akan terlihat jelas perbedaan antara orang yang benar-benar sukses dan mereka yang hanya tampak seperti itu. 

Orang-orang sukses berjalan dengan tenang, terarah, dan dalam. Sedangkan sisanya? Sibuk menutupi kekosongan dengan kilauan kepalsuan.

Dilansir dari VegOut, berikut 10 perilaku yang sering terlihat dari orang yang pura-pura sukses tapi sebenarnya bangkrut secara finansial, emosional, atau bahkan keduanya. Masing-masing perilaku menyimpan cerita yang lebih dalam. 

1. Menganggap Barang Mewah sebagai Bukti Keberhasilan

Kamu pasti kenal tipe ini: mereka selalu tampil dengan barang bermerek mahal, iPhone terbaru, meja kopi bikinan desainer. Memang tidak ada yang salah dengan menyukai barang bagus. 

Namun kalau satu-satunya cara menunjukkan keberhasilan adalah dari apa yang dibeli, bukan apa yang dibangun jelas ada yang keliru. Bahkan sering kali, semua itu dibeli dengan kredit, bukan hasil jerih payah tunai.

Analogi: Seperti menyewa panggung megah untuk konser yang lagunya belum kamu tulis. Lampunya terang, tapi mikrofonnya mati.

2. Terlalu Sibuk "Berjejaring"- Tapi Tak Ada Hasil Nyata

Mereka selalu hadir di acara ini itu, sibuk menyapa orang, unggah foto bareng orang-orang "penting." Tapi bulan berganti bulan, tak ada proyek, klien, atau karya nyata yang lahir. Hanya tepuk tangan kosong di tengah ruang yang sepi.

Mereka seperti kupu-kupu sosial yang terbang dari bunga ke bunga tapi tak pernah mengumpulkan serbuk sari. Indah dilihat, tapi tidak meninggalkan jejak.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore