Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 18.59 WIB

Jika Kamu Sering Berpura-pura Tidak Melihat Kenalan di Tempat Umum untuk Menghindari Basa-Basi, Psikologi Ungkapkan Hal Ini

Ilustrasi seseorang yang menghindari basa-basi. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menghindari basa-basi. (Freepik)

JawaPos.com - Pernah berada di mal, kafe, atau halte, lalu tiba-tiba melihat seseorang yang dikenal tetapi malah berpaling atau pura-pura sibuk dengan ponsel?

Banyak orang melakukan hal yang sama demi menghindari percakapan singkat yang canggung. Tindakan ini bukan semata karena tidak sopan atau tidak ramah.

Dilansir dari Geediting pada Senin (19/5), psikologi menyebut bahwa kebiasaan ini dapat mencerminkan beberapa sisi kepribadian yang unik.

Daripada merasa bersalah, memahami alasan di balik perilaku ini justru dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang diri sendiri.

1. Cenderung Memiliki Kepribadian Introver

Individu dengan kepribadian introver umumnya merasa lebih nyaman berada dalam dunia internal mereka sendiri. Mereka tidak menghindari interaksi sosial, tetapi lebih selektif dalam memilih momen dan jenis percakapan.

Basa-basi dengan kenalan sering kali terasa melelahkan bagi introver, karena menguras energi lebih banyak dibanding percakapan bermakna. Maka, tidak mengherankan bila mereka cenderung menjaga jarak dari interaksi ringan di tempat umum.

2. Memiliki Sensitivitas yang Tinggi

Orang dengan tingkat sensitivitas tinggi mudah merasa kewalahan dalam situasi sosial yang ramai. Keramaian, suara bising, atau banyaknya stimulus visual bisa membuat suasana menjadi melelahkan secara mental.

Dalam kondisi seperti itu, menambah beban dengan percakapan singkat terasa berat. Menghindar menjadi bentuk perlindungan diri agar tetap merasa tenang.

3. Termasuk Pemikir yang Mendalam

Sebagian individu lebih tertarik pada percakapan yang penuh makna dan refleksi mendalam. Basa-basi sering dianggap kurang memberikan nilai emosional atau intelektual.

Mereka lebih nyaman menyendiri atau berpikir dalam diam, daripada harus terlibat dalam obrolan ringan yang dirasa dangkal. Sifat ini menunjukkan ketertarikan kuat terhadap pemahaman diri dan orang lain secara mendalam.

4. Menghargai Koneksi yang Otentik

Bagi sebagian orang, kualitas hubungan lebih penting daripada kuantitasnya. Mereka cenderung menghindari percakapan singkat karena merasa interaksi tersebut tidak membawa kedekatan emosional.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore