Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 18.27 WIB

Cara Mengubah Penyesalan Jadi Pelajaran Berharga dan Kompas Hidup agar Tak Terjebak Masa Lalu

Ilustrasi penyesalan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah merasa kecewa pada diri sendiri setelah melakukan sesuatu? Mungkin pernah mengirim pesan yang terlalu impulsif, mengatakan sesuatu yang malah bikin suasana jadi canggung, atau menyetujui sesuatu yang ternyata membawa beban tersendiri.

Setelahnya, muncul suara kecil dalam hati yang berkata, "Kenapa sih harus begitu?" Itu namanya penyesalan. Sebuah rasa yang muncul saat kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Tapi, bagaimana kalau ternyata penyesalan bukan musuh? Bagaimana kalau justru penyesalan bisa menjadi alat untuk bertumbuh?

Søren Kierkegaard pernah berkata, "Hidup hanya bisa dipahami dengan melihat ke belakang, tapi harus dijalani dengan pandangan ke depan." Dan mungkin, penyesalan adalah cara pikiran mencoba memahami masa lalu, agar bisa melangkah lebih hati-hati ke masa depan.

Dilansir dari YouTube Pschy2Go, berikut penjelasan mengenai penyesalan:

Kenapa Penyesalan Muncul?

Secara psikologis, penyesalan adalah bentuk refleksi. Ibarat sistem evaluasi internal yang berfungsi meninjau keputusan yang sudah dibuat, lalu memberikan catatan kecil: "Lain kali, pikirkan lebih matang."

Dalam psikologi, ini disebut pemikiran kontrafaktual, yaitu membayangkan alternatif yang mungkin saja terjadi seandainya mengambil keputusan yang berbeda.

Ada dua jenis:

  • Kontrafaktual ke atas: "Seandainya aku melakukan hal itu, hasilnya pasti lebih baik."
  • Kontrafaktual ke bawah: "Untung saja tidak lebih buruk dari ini."

Menariknya, saat penyesalan dikelola dengan cara yang sehat, ia bisa mendorong seseorang membuat keputusan yang lebih baik ke depannya.

Tapi jika terlalu larut dan terus-menerus menyalahkan diri sendiri, penyesalan bisa jadi beban yang membuat langkah terasa berat.

Bagaimana Cara Berdamai dengan Penyesalan?

1. Ubah Cara Pandang terhadap Diri Sendiri

Diri di masa lalu mungkin belum tahu apa yang sekarang sudah diketahui. Saat itu, keputusan diambil berdasarkan informasi dan pengalaman yang terbatas.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore