Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 05.18 WIB

Orang yang Tumbuh dalam Persaingan Antar Saudara Biasanya Menunjukkan 5 Perilaku Berikut Ini

Ilustrasi terjadi perselisihan antar saudara. (Freepik)

JawaPos.com – Seorang teman pernah bercanda bahwa makan malam keluarga masih terasa seperti kompetisi halus, walaupun telah terjadi puluhan tahun kemudian.

Perlu diingat bahwa jika ketegangan antarsaudara membentuk masa kecil seseorang, maka orang tersebut mungkin memperhatikan pola dalam cara bagaimana keluarganya percaya, berkomunikasi, dan hingga menetapkan batasan.

Berikut 5 sikap seseorang yang selalu tumbuh dalam persaingan antar saudara, seperti dikutip pada Geediting.

  1. Seolah merasa dibayangi

Salah satu ciri pertama orang-orang yang memiliki persaingan sengit antarsaudara adalah kekhawatiran yang terus-menerus akan merasa dibayangi.

Mereka akan menghadiri acara kerja atau acara sosial dan segera merasakan adanya persaingan di ruangan itu, meskipun tidak ada seorang pun yang berkompetisi.

Ketika seorang anak tinggal di lingkungan yang mengharuskan mereka untuk bisa menyamai atau lebih unggul dari saudaranya, mereka mungkin akan kesulitan membangun kepercayaan diri yang sebenarnya di kemudian hari.

Mereka mungkin meremehkan prestasi mereka atau, sebaliknya, berulang kali mengungkitnya, mencari kepastian bahwa mereka layak.

  1. Berjuang membangun kepercayaan

Bila Anda tumbuh dalam rumah tangga di mana saudara laki-laki atau saudara perempuan Anda mungkin menggunakan informasi pribadi untuk melawan Anda atau menyabotase Anda demi kemajuan, sulit untuk percaya bahwa orang lain tidak akan melakukan hal yang sama.

Kewaspadaan itu dapat merembes ke kehidupan dewasa Anda dan menghalangi Anda menjalin hubungan yang lebih dalam, entah dalam persahabatan, hubungan romantis, atau kolaborasi di tempat kerja.

Ikatan persaudaraan yang erat semasa kanak-kanak sering kali berkorelasi dengan kesehatan emosional yang lebih kuat di masa dewasa, sementara hubungan persaudaraan yang bermusuhan kadang-kadang meramalkan konflik yang lebih tinggi di bidang kehidupan lainnya.

Hal itu tidak menjamin, tetapi menunjukkan adanya satu hal dimana cara saudara kandung memperlakukan satu sama lain dapat tercermin dalam hubungan di masa mendatang. Bila Anda merasa sulit percaya, Anda mungkin membangun tembok emosional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore