Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 22.40 WIB

6 Kebiasaan Orang Tangguh yang Mampu Mengubah Luka Jadi Kekuatan dalam Hidup

Ilustrasi orang tangguh (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Bagaimana mungkin ada orang yang bisa bangkit lebih kuat, bahkan setelah hidup menghantam mereka dengan cobaan berat. Seolah apapun beban yang mereka tanggung, mereka selalu berhasil menemukan secercah harapan yang mendorong mereka untuk terus melangkah.

Bukan berarti kebal terhadap luka atau frustrasi, mereka juga merasakan sakit. Tapi yang membedakan, mereka merespons rasa sakit itu dengan cara yang justru menguatkan dan membentuk mereka jadi pribadi yang lebih baik. Dilansir dari laman DMNews pada Jumat (16/05), inilah 6 kebiasaan orang tangguh yang mampu menyulap luka jadi kekuatan

1. Belajar Membingkai Ulang Cerita

Pernah nggak sih kamu merasa, "Kenapa sih hal buruk ini selalu terjadi sama aku?" Tapi orang-orang yang bisa mengubah luka jadi kekuatan punya satu kemampuan penting mereka jago membingkai ulang cerita hidup mereka. Alih-alih melihat kegagalan sebagai akhir, mereka memandangnya sebagai bagian dari perjalanan yang lebih besar.

Dalam psikologi, ini dikenal sebagai reframing, atau pembingkaian ulang, sebuah teknik dari terapi perilaku kognitif yang membantu kita mengubah sudut pandang dari rasa menjadi korban menuju ruang untuk tumbuh. Kalau kamu belum terbiasa, coba tulis pengalaman menyakitkan di jurnalmu. Dan ketika kamu terus melatih kebiasaan ini, kamu akan mulai melihat masa-masa sulit sebagai batu loncatan menuju versi terbaik dari dirimu.

2. Mulai Belajar Bersikap Lembut pada Diri Sendiri

orang-orang yang tangguh adalah mereka yang penuh kasih sayang pada diri sendiri. Penelitian Dr. Kristin Neff menunjukkan bahwa self-compassion atau belas kasih terhadap diri sendiri mampu meningkatkan ketahanan emosional secara signifikan.

Daripada menghukum diri sendiri, mereka memilih untuk menyemangati diri. Mereka paham bahwa semua orang punya masa sulit, dan kegagalan bukan berarti kamu nggak berharga. Bersikap baik pada diri sendiri bukan berarti cari-cari alasan. Tapi itu cara kamu memberi ruang untuk sembuh dan melangkah lagi dengan lebih sehat.

Kalau kamu terbiasa mengkritik diri sendiri, coba berhenti sejenak. Bayangkan kalau temanmu ada di posisi kamu apa yang akan kamu katakan padanya? Nah, berikan empati yang sama pada dirimu. Kebiasaan kecil ini bisa jadi pondasi kuat dalam proses bangkit dari luka.

3. Berani Menjadi Lemah

Penelitian dari Brené Brown menunjukkan bahwa menjadi rentan membantu kita membangun koneksi dan memicu pertumbuhan pribadi. Ketika kamu menutupi rasa sakitmu, kamu juga menutup pintu untuk mendapat dukungan. Sementara orang yang tangguh, justru nggak ragu untuk terbuka, minta bantuan, atau mengakui bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja.

Bersikap jujur seperti ini membuka ruang untuk munculnya masukan yang tulus. Dan yang paling terasa itu sangat melegakan. Ketika kamu mengungkapkan apa yang kamu rasakan, bebanmu jadi terasa lebih ringan. Kalau kamu belum terbiasa, mulai saja dari hal kecil. Coba ungkapkan satu perasaan sulit ke orang yang kamu percaya. Rasakan bagaimana beban di dadamu sedikit terangkat.

4. Terus Ingin Belajar dan Bertumbuh

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore