Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 06.17 WIB

Kalau Kamu Sering Adu Argumen di Dunia Maya, Bisa Jadi Kamu Punya 7 Ciri Ini, Kata Psikolog

Ilustrasi orang yang berdebat di dunia maya. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang berdebat di dunia maya. (Freepik)

JawaPos.Com - Pernahkah kamu merasa jari-jarimu bergerak lebih cepat dari otakmu saat membaca komentar di media sosial yang memancing emosi? 

Mungkin kamu sedang bersantai, menggulir linimasa, lalu tiba-tiba merasa terdorong untuk membalas seseorang yang menurutmu salah kaprah, tidak logis, atau sekadar menyebalkan. 

Tanpa sadar, kamu sudah mengetik paragraf panjang, menambahkan referensi, bahkan membuat utas panjang demi satu tujuan: membuktikan pendapatmu benar. 

Jika itu terdengar familier, kamu tidak sendiri. Fenomena adu argumen di dunia maya bukan hal baru, dan ternyata, menurut psikolog, ada sejumlah ciri kepribadian serta kebutuhan psikologis yang bisa menjadi pemicu utama perilaku ini.

Berdebat di internet sering kali bukan sekadar soal siapa yang benar atau salah. Ia bisa menjadi cermin dari kondisi batin, pola pikir, hingga dinamika emosi yang lebih dalam. 

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa respons cepat terhadap konflik online bisa mengungkap sisi psikologis tertentu.

Baik itu kebutuhan untuk didengar, dorongan untuk merasa terkoneksi, atau bahkan pelarian dari kenyataan yang sedang dihadapi. 

Dilansir dari DMNews, inilah tujuh ciri psikologis yang kerap dimiliki oleh mereka yang sering terlibat dalam perdebatan panas di dunia maya.

1. Selalu Ingin Diakui atau Divalidasi

Orang yang suka berargumen di dunia maya sering memiliki kebutuhan mendalam untuk divalidasi. 

Mereka ingin pendapatnya dianggap benar, penting, dan layak diperhatikan.

Hal ini bisa berakar dari perasaan tidak didengar di kehidupan nyata, atau sekadar dorongan alami untuk merasa eksis. 

Validasi dari orang lain baik berupa like, retweet, atau komentar setuju, bisa menjadi "bahan bakar emosional" yang sangat memuaskan.

2. Berani karena Merasa Tak Terlihat (Anonimitas)

Dunia maya memberikan ilusi anonimitas. Bahkan jika nama dan foto profil terpampang jelas, ada rasa aman karena tidak berhadapan langsung secara fisik.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore