
Ilustrasi mengecek ponsel. (Freepik)
JawaPos.com - Di era digital ini, sangat sulit bagi kita untuk bertahan lebih dari beberapa menit tanpa menyentuh atau melihat layar ponsel. Entah itu saat sedang mengobrol, atau bahkan hanya beberapa detik setelah mengecek jam, tangan kita bisa refleks mengetuk layar beranda. Pernahkah kamu melakukannya dan kemudian bertanya-tanya, "Lho, kenapa aku buka ponsel barusan?"
Masalahnya, banyak dari kita kini tidak menggunakan ponsel karena kebutuhan nyata, tetapi karena dorongan kebiasaan bawah sadar. Dilansir dari laman DMNews pada Sabtu (10/05), berikut adalah beberapa alasan psikologis yang menjelaskan mengapa kita terus-menerus mengecek ponsel, bahkan saat tidak ada notifikasi apa pun.
1. Otak Kita Secara Alami Menginginkan Hal Baru
Secara biologis, otak kita memang dirancang untuk selalu mencari hal-hal baru. Saat ada kemungkinan informasi baru seperti chat, update media sosial, atau notifikasi masuk otak langsung memberi sinyal untuk mengeceknya. Ini karena hal-hal baru memicu sistem penghargaan di otak yang membuat kita merasa senang.
2. Rasa Takut Ketinggalan (FOMO) Masih Menghantui
FOMO atau Fear of Missing Out adalah dorongan kuat yang membuat kita merasa gelisah kalau tidak ikut serta dalam sesuatu yang sedang terjadi. Saat melihat grup chat yang aktif atau unggahan teman-teman di media sosial, kita sering berpikir, "Apa yang aku lewatin, ya?"
Demi menenangkan kegelisahan ini, kita mengecek ponsel. Namun ironisnya, semakin sering kita mengecek, semakin kita merasa tertinggal. Siklus FOMO pun terus berulang.
3. Lingkaran Kebiasaan yang Sulit Diputus
Kita sering tidak sadar bahwa rutinitas kecil seperti mengecek ponsel terbentuk dari pola kebiasaan, ada isyarat (misalnya bosan), muncul rutinitas (mengambil ponsel), lalu muncul hadiah (semburan dopamin dari konten yang menyenangkan). Pola ini berulang terus hingga menjadi otomatis.
4. Dopamin, Zat Kimia yang Membuat Kita Ketagihan
Dopamin adalah senyawa kimia di otak yang memberikan sensasi menyenangkan saat kita mendapatkan hal yang kita sukai, misalnya notifikasi baru, pesan menarik, atau video lucu. Seperti yang dikatakan oleh Greg McKeown, jika kamu tidak mengatur hidupmu sendiri, orang lain (termasuk teknologi) akan melakukannya untukmu.
Bahkan saat notifikasi dimatikan, otak kita tetap membayangkan suara "ting" dan secara tidak sadar mendorong kita untuk memeriksa ponsel. Kebiasaan ini sangat kuat karena sudah berkaitan langsung dengan respons kimia otak.
Baca Juga: Bukan Karena Tampan, Tapi Ini 8 Ciri Pria yang Diam-diam Sangat Menarik di Mata Hampir Semua Wanita
5. Mengecek Ponsel Bisa Jadi Pelarian Stres (Tapi Sementara)
Saat merasa tegang atau canggung, misalnya dalam rapat yang serius atau situasi sosial yang tidak nyaman, melirik ponsel bisa memberi kita rasa tenang sejenak.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
