Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 05.41 WIB

7 Kebiasaan Emosional Orang Tua dari Generasi Sebelumnya Ini Biasanya Dipandang Kurang Sehat oleh Generasi Z, Apa Saja?

Ilustrasi dua generasi yang berbeda usia sedang berinteraksi. (Freepik) - Image

Ilustrasi dua generasi yang berbeda usia sedang berinteraksi. (Freepik)

JawaPos.com – Perbedaan cara pandang antar generasi memang selalu menarik untuk dibahas dalam berbagai aspek kehidupan modern saat ini.

Apa yang dianggap normal atau biasa saja oleh satu generasi bisa jadi terlihat asing atau bahkan bermasalah di mata generasi berikutnya yang berbeda.

Khususnya dalam hal ekspresi emosi dan komunikasi, ada beberapa perilaku yang mungkin dinormalisasi oleh generasi sebelumnya.

Namun hal tersebut justru dianggap kurang sehat atau beracun secara emosional oleh generasi yang lebih muda hari ini.

Melansir dari Geediting.com Kamis (08/05), ada beberapa kebiasaan orang tua yang kini dilihat berbeda oleh anak muda.

  1. Menahan emosi dan menghindarinya

Satu di antara kebiasaan yang menonjol adalah kecenderungan kuat untuk tidak menunjukkan emosi negatif secara terbuka kepada siapa pun.

Mereka diajari atau terbiasa memendam perasaan sulit demi terlihat kuat atau menghindari konfrontasi langsung yang mungkin terjadi.

  1. Mengutamakan penampilan luar

Ada fokus signifikan pada citra diri dan bagaimana seseorang terlihat di mata masyarakat luas daripada kondisi batiniah sebenarnya.

Pentingnya terlihat baik-baik saja atau sukses seringkali lebih diprioritaskan dibandingkan kejujuran tentang perjuangan atau kerentanan diri.

  1. Enggan membahas hal sensitif

Pembicaraan mengenai topik sensitif atau masalah pribadi yang dalam seringkali dihindari atau dialihkan dengan cepat pada bahasan lain.

Mereka mungkin merasa tidak nyaman atau tidak tahu bagaimana cara efektif membahas isu-isu emosional yang memang berat.

  1. Menggunakan perasaan bersalah sebagai alat

Terkadang, mereka menggunakan kalimat atau tindakan yang bertujuan membuat orang lain merasa bersalah agar mengikuti keinginan mereka.

Strategi komunikasi ini bisa terasa memanipulasi dan menciptakan beban emosional tidak perlu pada pihak yang menerima.

  1. Mengecilkan masalah kesehatan mental

Isu seputar kesehatan mental seringkali dianggap kurang serius atau hanya masalah pikiran yang bisa diatasi sendiri tanpa bantuan profesional.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore