Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 02.48 WIB

Capek Scroll Media Sosial? Ini 5 Alasan Kenapa Membaca Buku Bisa Jadi Pelarian Digital yang Menyenangkan

Ilustrasi self sabotage (Dok. Canva)

JawaPos.com - Kecanduan media sosial kini menjadi masalah krusial, terlebih lagi di kalangan para Gen Z. Menariknya, belakangan ini, tren baru muncul di Amerika Serikat, yakni anak-anak muda mulai kembali menggunakan ponsel jadul untuk mengurangi distraksi digital. Akan tetapi, banyak dari kita lupa bahwa ada solusi lain yang lebih sederhana dan menyenangkan, yaitu membaca buku.

Selama ini, membaca kerap dianggap sekadar cara menambah pengetahuan atau memenuhi target bacaan tahunan. Padahal aktivitas ini juga dapat menjadi bentuk pelarian digital yang bermanfaat untuk kesehatan mental dan emosional. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kebiasaan membaca layak dijadikan bagian dari gaya hidup saat ini:

1. Manfaat Membaca: Melatih Fokus di Era Distraksi Digital

Sebuah penelitian yang dikutip dari thetreetop.com berjudul "Average Human Attention Span By Age: 31 Statistics" (2024) mengungkap bahwa rata-rata rentang perhatian manusia saat ini hanya 8,25 detik—bahkan lebih pendek dari ikan mas yang memiliki rentang perhatian sekitar 9 detik. Penurunan ini dipengaruhi oleh usia, lingkungan, kebiasaan multitasking, dan keterlibatan emosional dalam suatu aktivitas.

Studi tersebut juga mencatat bahwa antara tahun 2000 hingga 2015, rentang perhatian manusia turun hampir 25%. Ini menandakan besarnya pengaruh gaya hidup digital terhadap kemampuan fokus. Selain itu, kualitas tidur dan keterlibatan emosional juga berperan besar dalam mempertahankan konsentrasi saat membaca.

Menariknya, rentang perhatian dapat dilatih kembali melalui praktik mindfulness, meditasi, atau kebiasaan membaca. Hestia Istiviani dalam artikelnya di Greatmind.id berjudul "Berlatih Fokus dengan Membaca" mengatakan, "Di era serba cepat sekarang, aku rasa membaca bisa menjadi sarana kita untuk melatih mindfulness. Orang biasanya melihat mindfulness dari meditasi, tapi kita juga bisa melatih fokus untuk benar-benar menyadari apa yang sedang kita lakukan dengan membaca, paling tidak 5–10 menit dalam sehari."

2. Alternatif Media Sosial: Baca Buku Digital, E-Book, hingga Audiobook

Di era digital, membaca tidak terbatas pada buku fisik. Banyak pilihan media lain yang tak kalah menarik, seperti e-book, koran digital, platform baca online, hingga audiobook. Bahkan media sosial bisa menjadi jembatan awal. Banyak akun di Instagram, TikTok, hingga Twitter yang secara rutin merekomendasikan buku dan membangun komunitas literasi.

Salah satu kesalahan umum saat membangun kebiasaan membaca adalah memaksakan diri membaca hal yang 'harus' dibaca, bukan yang benar-benar ingin dibaca. Padahal, membaca seharusnya menjadi aktivitas yang membebaskan, seperti menonton film atau mendengarkan musik. 

Pilihlah bacaan yang sesuai dengan suasana hati dan kebutuhanmu: bisa novel ringan, komik, cerita perjalanan, atau buku motivasi. Membaca untuk hiburan bukan berarti kamu kurang cerdas, justru inilah yang membuat aktivitas ini menyenangkan dan berkelanjutan.

Tips penting: bacalah yang kamu suka. Jangan merasa harus membaca buku 'berat' agar dianggap intelektual. Mulailah dari komik, novel ringan, atau cerita pendek. Kuncinya adalah menikmati prosesnya.

3. Ubah Pola Pikir: Jangan Tunggu Waktu Senggang untuk Membaca

Agar membaca menjadi kebiasaan, kita perlu meluangkan waktu khusus setiap hari, meski hanya beberapa menit. Jangan jadikan membaca sebagai aktivitas 'kalau sempat'.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore