Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 09.10 WIB

7 Ciri Perilaku Seseorang yang Selalu Ingin Berada dalam Hubungan Romantis dan Takut Menjalani Hidup Sendiri

Ilustrasi takut menjalani hidup sendiri (Freepik) - Image

Ilustrasi takut menjalani hidup sendiri (Freepik)

JawaPos.com – Seseorang yang selalu merasa perlu menjalin hubungan sering menunjukkan kecenderungan emosional tertentu yang mengungkap dinamika psikologis dalam dirinya.

Hubungan romantis adalah ikatan emosional dan interpersonal yang melibatkan kedekatan, komitmen, serta keterkaitan antara dua individu.

Menurut Tara Whitmore, psikolog asal Melbourne, individu yang tidak bisa lepas dari hubungan cenderung memiliki dorongan emosional yang belum terselesaikan.

Memahami pola ini membantu mengenali kebutuhan emosional yang tersembunyi dan memperbaiki kualitas hubungan antarpribadi.

Baca Juga: Intip 5 Weton yang Memiliki Kode Rahasia dari Alam untuk Jadi Kaya Raya

Berikut 7 ciri perilaku seseorang yang selalu ingin berada dalam hubungan romantis dan takut menjalani hidup sendiri dilansir dari laman Blogherald, Minggu (4/5):

1. Takut Sendiri

Rasa takut saat tidak bersama pasangan menjadi ciri kuat dari seseorang yang bergantung pada hubungan. Malam tanpa teman berbagi terasa memicu kecemasan dan kekosongan emosional.

Identitas diri terasa tidak lengkap tanpa keterikatan dengan orang lain. Kondisi ini mencerminkan ketergantungan emosional yang mempengaruhi stabilitas psikologis.

2. Pindah Cepat ke Hubungan Baru

Seseorang yang terbiasa melompat dari satu hubungan ke lainnya jarang memberi waktu untuk refleksi diri. Putus cinta cepat digantikan dengan pasangan baru demi mengisi kekosongan batin.

Bukan karena cinta pada individu, melainkan ketakutan akan kehampaan emosional. Kondisi ini dapat mengaburkan pemahaman terhadap kebutuhan pribadi.

3. Butuh Validasi Eksternal

Penerimaan pasangan menjadi sumber utama rasa percaya diri dan harga diri. Penilaian positif dari pasangan sering dijadikan tolak ukur nilai diri.

Ketergantungan terhadap validasi ini menciptakan hubungan yang tidak seimbang. Hal ini menunjukkan adanya kesulitan dalam membangun penghargaan terhadap diri sendiri.

4. Selalu Ingin Ditemani

Aktivitas sehari-hari terasa tidak lengkap tanpa kehadiran seseorang di sisi. Melakukan hal sederhana seperti berbelanja atau menonton terasa berat saat sendirian.

Keberadaan orang lain menjadi penguat emosi dan sumber kebahagiaan. Kondisi ini menunjukkan minimnya kenyamanan dalam kesendirian.

5. Menghindari Pengembangan Diri

Fokus sepenuhnya pada hubungan membuat waktu untuk diri sendiri terabaikan. Pertumbuhan pribadi tertahan karena terlalu bergantung pada pasangan.

Tujuan hidup dan jati diri menjadi kabur di tengah hubungan yang dijalani. Kemandirian emosional pun terhambat oleh ketergantungan relasional.

6. Terlalu Berkompromi

Keharmonisan dijaga dengan cara mengorbankan kebutuhan dan nilai pribadi. Setiap keputusan disesuaikan agar tidak menimbulkan konflik dengan pasangan.

Proses ini bisa membuat kehilangan jati diri secara perlahan. Toleransi berlebihan sering merusak keseimbangan dalam hubungan.

7. Takut Ditolak

Penolakan dianggap sebagai ancaman besar yang memicu kecemasan emosional. Seseorang dapat menerima hubungan yang tidak sehat demi menghindari rasa ditinggalkan.

Ketakutan ini mendorong individu bertahan dalam situasi yang tidak nyaman. Menghindari penolakan berarti menjauh dari peluang penyembuhan diri.

Mengenali pola perilaku seseorang yang terus mencari hubungan dapat membuka jalan menuju pemahaman lebih baik tentang kebutuhan emosional dan langkah penyembuhan.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore