Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 19.21 WIB

7 Kebiasaan yang Seringkali Tanpa Sengaja Ditunjukkan oleh Orang yang Mendominasi Obrolan Sehari-hari

Ilustrasi seseorang yang asyik berbicara panjang lebar sementara orang lain berusaha mendapatkan giliran (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang asyik berbicara panjang lebar sementara orang lain berusaha mendapatkan giliran (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Duduk dalam sebuah percakapan yang didominasi sepenuhnya oleh suara, cerita, dan pandangan satu orang saja memang terkadang bisa terasa sedikit melelahkan bagi yang lain. Rasanya benar-benar sulit sekali menemukan ruang atau waktu yang tepat untuk bisa ikut berkontribusi menyampaikan pandangan diri sendiri dalam obrolan itu.

Menariknya, banyak individu yang seringkali menguasai alur obrolan ini sebenarnya sama sekali tidak menyadari dampak perilaku mereka pada orang lain di sekitar. Mereka mungkin malah berpikir bahwa percakapan sedang berjalan sangat seru, lancar, atau semua orang menikmati diskusi mendalam yang sedang berlangsung.

Melansir dari Geediting.com, Senin (21/4), ada beberapa kebiasaan umum yang seringkali tanpa sengaja ditunjukkan oleh orang yang dominan dalam obrolan sehari-hari.

1. Sering Menyela Pembicaraan

Satu di antara tanda paling jelas yang muncul adalah kecenderungan kuat untuk memotong ucapan lawan bicara bahkan sebelum mereka menyelesaikan kalimatnya sepenuhnya dan menyampaikan maksudnya. Keinginan kuat untuk segera menyuarakan pikiran, ide, atau cerita pribadi seringkali mengalahkan kesabaran untuk menunggu giliran berbicara sampai tuntas.

2. Jarang Bertanya Balik Mengenai Anda

Fokus utama dalam setiap interaksi lisan bagi mereka cenderung berputar pada diri sendiri, prestasi yang dibanggakan, atau pengalaman hidup yang dianggap sangat penting bagi mereka pribadi. Ada kekurangan nyata dalam menunjukkan rasa ingin tahu atau ketertarikan tulus melalui pertanyaan spesifik mengenai kehidupan atau perasaan Anda saat ini.

3. Mengaitkan Setiap Topik Kembali ke Diri Sendiri

Apapun subjek menarik yang sedang hangat dibahas dalam percakapan, mereka selalu berhasil menemukan cara jenius untuk mengembalikannya pada kisah pribadi mereka sendiri. Setiap sumbangsih ide, pandangan, atau kisah dari orang lain seolah hanya berfungsi sebagai landasan pacu untuk meluncurkan monolog panjang lebar tentang diri mereka.

4. Berbicara Sangat Panjang seperti Monolog

Mereka sanggup memegang kendali penuh atas jalannya percakapan untuk durasi yang sangat lama tanpa memberikan jeda signifikan yang cukup bagi partisipan lain ikut berbicara. Alur obrolan pun cepat sekali berubah menjadi presentasi satu arah di mana satu orang berbicara terus menerus tanpa adanya pertukaran ide yang seimbang antar individu.

5. Mengabaikan Kontribusi Orang Lain

Apabila akhirnya ada kesempatan bagi orang lain untuk berbicara dan menyumbang ide, kontribusi tersebut seringkali direspon dengan minim perhatian atau bahkan terkesan dikesampingkan begitu saja. Mereka mungkin memberikan komentar singkat yang cepat dan tidak relevan sebelum langsung mengalihkan kembali fokus obrolan pada poin yang ingin mereka sampaikan selanjutnya.

6. Tidak Memperhatikan Isyarat Non-Verbal

Tanda-tanda visual dari lawan bicara seperti sorot mata bosan, postur tubuh yang mulai gelisah tidak nyaman, atau usaha fisik halus untuk membuka mulut seringkali luput sepenuhnya dari pandangan mereka. Mereka terlalu fokus pada keinginan untuk berbicara dan alur pikiran sendiri sehingga gagal membaca sinyal penting dari bahasa tubuh orang di sekitarnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore