
7 Kebiasaan yang Diam-diam Merusak Pria yang Ingin Sukses./Freepik.
JawaPos.com - Pernah merasa seperti Anda sudah bekerja keras, tapi hasilnya selalu mentok di situ-situ saja? Tidak naik-naik, tidak juga maju ke mana-mana?
Kalau iya, Anda tidak sendirian. Banyak pria yang mengalami hal serupa—terlihat seperti sudah melakukan semua hal yang benar, tapi tetap saja merasa jalan hidupnya stagnan.
Sebagai psikolog yang telah bekerja dengan pria dari berbagai latar belakang, saya menemukan pola yang cukup mencolok: banyak dari mereka secara tidak sadar memiliki kebiasaan yang justru menghambat kemajuan mereka sendiri.
Ini bukan karena kurang pintar, malas, atau tidak punya impian besar. Tapi karena tanpa sadar mereka memelihara pola yang justru jadi sabotase diam-diam bagi diri sendiri.
Dilansir JawaPos.com dari laman Blog Herald pada Kamis, 1 Mei 2025. Berikut adalah tujuh kebiasaan yang sering dilakukan pria yang sedang berjuang maju, namun malah menghambat diri sendiri. Simak dan kenali apakah Anda juga melakukannya.
1. Memendam Emosi
"Enggak apa-apa, gue baik-baik aja" — padahal jelas-jelas tidak.
Kita hidup di lingkungan yang kadang mengajarkan bahwa pria sejati tidak boleh cengeng atau terlalu emosional. Sayangnya, sikap ini sering membuat banyak pria terbiasa menahan emosi dan enggan mengekspresikannya.
Faktanya, emosi yang dipendam tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya berganti bentuk—jadi kemarahan, frustrasi, atau bahkan rasa rendah diri yang meledak tanpa sebab jelas.
Psikolog Daniel Goleman, pakar kecerdasan emosional, menyatakan bahwa kemampuan untuk menyadari perasaan kita adalah kunci dalam menjalani hidup dengan baik. Ketika Anda belajar memahami emosi, Anda akan lebih tahu arah hidup dan bisa mengambil keputusan dengan lebih jernih.
2. Ingin Melakukan Segalanya Sendiri
Banyak pria merasa harus mampu mengatasi semuanya sendiri, tanpa bantuan siapa pun. Padahal, sikap ini justru bisa menjadi bumerang.
Seperti kata Marcus Aurelius, filsuf Stoik, “Jangan malu untuk ditolong.” Jika seorang kaisar Romawi saja tidak gengsi meminta bantuan, mengapa kita harus merasa lemah saat meminta pertolongan?
Kolaborasi dan kerja sama membuka lebih banyak pintu daripada berjalan sendirian. Jangan ragu untuk membangun tim, meminta saran, atau berbagi beban.
3. Meremehkan Pencapaian Sendiri

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
