Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 00.24 WIB

Orang yang Merasa Cemas dan Gelisah saat Minum Kopi Biasanya Memiliki 7 Ciri Psikologis Ini

Ilustrasi orang yang merasa cemas saat minum kopi (Dok. Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Ada hal yang lucu tentang kopi. Bagi sebagian orang, kopi adalah kunci untuk memulai hari dengan energi dan fokus. Namun, bagi yang lain, hal itu membuat mereka terjerumus dalam kecemasan dan kegelisahan.

Semuanya bergantung pada karakter psikologis unik setiap orang. Minum kopi tidak memengaruhi semua orang secara merata. Ada orang yang dapat menghabiskan empat cangkir sehari dan merasa tenang, sementara yang lain merasa gelisah hanya dengan mencium aromanya.

Dikutip dari laman Global English Editing, Sabtu (26/4), inilah tujuh ciri psikologis orang yang merasa cemas dan gelisah saat minum kopi. Jika Anda adalah seseorang yang denyut nadinya terpacu setiap kali menyeruput kopi, atau sekadar ingin tahu tentang hubungan antara pikiran dan tubuh, teruslah membaca.

1. Sensitivitas terhadap stimulan

Sudah menjadi fakta umum bahwa kopi adalah stimulan. Bagi banyak orang, kopi adalah dorongan energi yang mendorong mereka bangun dari tempat tidur di pagi hari.

Namun, bagi sebagian orang, stimulan yang sama dapat memicu datangnya kecemasan dan kegugupan.

Hal ini sering kali disebabkan oleh meningkatnya kepekaan terhadap kafein, yang merupakan hal yang biasa.

Faktanya, itu adalah sifat yang terkait dengan susunan genetik kita. Beberapa orang memang lebih sensitif terhadap stimulan dibandingkan yang lain.

Jika Anda merasa gelisah setelah menyesap satu atau dua teguk kopi, bisa jadi itu karena tubuh Anda memetabolisme kafein secara berbeda dari orang lain.

Sistem tubuh Anda mungkin memprosesnya lebih lambat, yang menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, dan perasaan cemas.

2. Kecenderungan Overthinking

Banyak dari kita mengalami sulit tidur di malam hari akibat overthinking. Dan hal ini merupakan hasil dari kebiasaan minum kopi larut malam yang turut menjadi penyebabnya.

Saat overthinking, kita akan terlalu banyak berpikir, cenderung menganalisis segalanya, memikirkan kemungkinan, dan sering kali kesulitan dalam mengambil keputusan.

Psikolog mengatakan ini adalah sifat umum di antara mereka yang mengalami kecemasan. Sekarang, mari kita gabungkan overthinking dengan kafein.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore