Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 00.37 WIB

Menurut Psikologi, Ini 8 Tanda Kamu Memancarkan Energi Menenangkan dan Membuat Orang Lain Merasa Nyaman

Ilustrasi tanda kamu memancarkan energi menenangkan (kroshka__nastya/freepik.com) - Image

Ilustrasi tanda kamu memancarkan energi menenangkan (kroshka__nastya/freepik.com)

JawaPos.com - Orang yang memancarkan aura ketenangan mampu membuat orang lain merasa nyaman dan aman berada di sekitarmu.

Dalam dunia psikologi, hal ini dikenal sebagai bentuk energi positif yang bisa memengaruhi suasana hati dan perasaan orang lain. Menariknya, energi seperti ini tidak hanya datang dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari cara bersikap, berempati, dan menghadirkan kehadiran yang tulus.

Energi yang menenangkan sering diasosiasikan dengan kepribadian yang stabil, mendengarkan dengan penuh perhatian, serta dapat menghadirkan rasa damai pada interaksi sehari-hari. Mengutip Your Tango, berikut ini beberapa tanda kamu memancarkan energi menenangkan dan membuat orang lain merasa nyaman menurut psikologi.

1. Menerima keterbatasanmu

Dalam psikologi, perubahan kecil terhadap bahasa tubuh atau ritme aktivitas bisa membawa dampak besar pada kondisi mental. Orang yang terlihat tenang bukan berarti malas atau santai seperti stereotype hippy, namun mereka tahu cara menjalani hidup dengan kecepatan yang selaras tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa.

Mereka berbicara dan bergerak dengan ritme yang menenangkan bukan karena bawaan, tetapi akibat kebiasaan yang dibentuk. Studi tahun 2022 menunjukkan bahwa tekanan waktu yang dirasakan bisa memicu stres dan mengganggu kemampuan berpikir. Sebaliknya, saat kita memperlambat langkah dan merasa punya cukup waktu, fokus, kelenturan berpikir, dan produktivitas justru meningkat baik dalam belajar maupun bekerja.

2. Tidak terburu-buru

Salah satu kesalahan berpikir yang sering tak disadari adalah anggapan bahwa rasa tidak aman harus disembunyikan. Padahal, justru keyakinan itulah yang sering menimbulkan kecemasan dan tekanan batin. Ketika kita merasa ada yang salah dengan diri sendiri, tanpa sadar kita sedang menghakimi dan menekan diri terus-menerus. Orang yang tenang bukan berarti tanpa kekurangan.

Mereka justru tahu cara menerima diri apa adanya, membedakan mana yang mampu diubah dan mana yang perlu dilepaskan. Mereka tidak terjebak dalam standar sempurna yang tidak realistis. Ketenangan sejati datang dari sikap menerima dan kasih pada diri sendiri.

Menariknya, penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa rasa tidak aman berhubungan erat dengan rendahnya tingkat kebahagiaan. Akan tetapi, harapan dan sikap optimis terbukti mampu memperkuat kontrol diri dan membantu kita lebih sehat dalam menghadapinya.

3. Menghilangkan pemicu yang membuat cemas

Walau terdengar sederhana, keadaan ini penting untuk dipahami. Kita mengetahui bahwa ada kebiasaan yang memperburuk kecemasan seperti merokok, konsumsi kafein berlebihan, atau kurang tidur namun tetap kita lakukan. Seolah terjebak dalam pola yang susah diputus.

Padahal, mengenali hubungan antara kebiasaan dan perasaan kita merupakan langkah awal untuk berubah. Memang tak mudah, tetapi melepaskan kebiasaan buruk dapat membawa rasa tenang yang jauh lebih nyata dibanding kesenangan sesaat yang ditawarkan.

4. Tidak menganggap kelelahan sebagai kehormatan

Masih banyak yang menganggap begadang sebagai simbol produktivitas, seolah-olah kelelahan adalah tanda kerja keras. Padahal, tidur cukup antara 7 hingga 9 jam setiap malam bukan hanya kebutuhan, tapi fondasi penting untuk tampil optimal setiap hari.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore