Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 00.22 WIB

8 Hal yang Sering Diungkapkan Setiap Orang ketika Mereka Mencoba Menghindari Tanggung Jawab

Ilustrasi orang yang menghindari tanggung jawab (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Tanggung jawab adalah sikap dasar yang sangat penting dimiliki setiap orang, khususnya bagi mereka yang menjadi pemimpin. Memang berat tapi itu menjadi suatu nilai yang mampu menaikkan harga diri kita.

Mengutip dari laman Repositori Kemdikbud pada Kamis (24/04) dengan sikap tanggung jawab, seseorang akan mudah dipercaya, dihormati, serta dihargai orang lain.

Selain itu, sikap tanggung jawab juga berani mengakui kesalahan dan ingin memperbaiki semuanya. Ingatlah sangat jarang seseorang memiliki sikap seperti ini. 

Namun ada suatu ketika seseorang menghindari tanggung jawab disaat semua masalah terasa penat dan rasanya ingin lari, dilansir dari laman News Reports pada Kamis (24/04), inilah 8 hal yang sering diungkapkan oleh mereka:

1. "Aku Tidak Tahu"

Mereka mencoba mengatakan, “Hei, ini bukan salahku. Bagaimana saya bisa tahu?” Kita hidup di dunia di mana informasi ada di ujung jari. Ungkapan "Aku tidak tahu" sering diterjemahkan menjadi "Aku tidak repot-repot mencari tahu."

Taktik penghindaran ini halus dan bisa sangat efektif karena menarik tali empati kita. Tetapi ketika kamu mendengar frasa ini digunakan secara konsisten oleh orang yang sama, saatnya untuk mencurigai.

Itu mungkin hanya kartu bebas penjara mereka untuk menghindari tanggung jawab atas tindakan tersebut.

2. "Ini Bukan Salahku"

Ungkapan ini adalah contoh klasik dari orang-orang yang mencoba mengalihkan kesalahan ke keadaan eksternal atau bahkan orang lain.

Ini adalah cara untuk mengatakan, "Hei, jangan lihat aku. Aku bukan masalahnya di sini." Tetapi pada kenyataannya, menghindari tanggung jawab hanya menambah masalah. Itu mencegah pertumbuhan dan pembelajaran dari kesalahan kita.

Lain kali kamu mendengar seseorang berkata, "Ini bukan salah saya," anggaplah dengan sebutir garam. Itu mungkin hanya layar asap untuk menghindari tanggung jawab.

3. "Aku Hanya Mengikuti Perintah"

Ungkapan ini mungkin membawa kamu kembali ke kelas sejarah, khususnya ke Pengadilan Nuremberg pasca Perang Dunia II. Banyak terdakwa menggunakan frasa ini sebagai pembelaan, dengan alasan bahwa mereka hanya mengikuti perintah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore