Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 14.37 WIB

8 Kesalahan Mengolah Daging Kurban yang Membuat Tekstur Jadi Alot dan Bau, Apa Saja?

Ilustrasi gulai yang terlihat enak dan empuk jika proses menyimpan dan memasak benar / Foto: Freepik - Image

Ilustrasi gulai yang terlihat enak dan empuk jika proses menyimpan dan memasak benar / Foto: Freepik

JawaPos.com - Pengolahan daging kurban ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan.

Kesalahan kecil dalam penyimpanan maupun proses memasak dapat membuat daging kurban menjadi alot, cepat berubah aroma, hingga menurunkan kualitasnya.

Hal ini dijelaskan dalam panduan penyimpanan daging Hello Sehat serta dokumen Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban yang dibuat untuk menjamin bahwa daging kurban yang beredar di masyarakat memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Mulai dari cara menyimpan di kulkas sampai teknik memasak, ada beberapa kebiasaan yang ternyata sering membuat kualitas daging menurun tanpa disadari.
 
 
Berikut 8 kesalahan yang masih kerap dilakukan masyarakat saat mengolah daging kurban.
 
1. Langsung mencuci daging sebelum disimpan
Banyak orang langsung mencuci daging begitu sampai di rumah karena dianggap lebih bersih. Padahal, air yang menempel di permukaan daging bisa membuat kelembapan meningkat saat disimpan di kulkas. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan bakteri lebih cepat dan membuat aroma daging berubah.
 
2. Membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang
Setelah pembagian kurban, daging sering dibiarkan begitu saja di dapur sambil menunggu dibagi atau dimasak. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi suhu ruang yang terlalu lama dapat mempercepat penurunan kualitas daging. Apalagi jika cuaca sedang panas dan sirkulasi udara kurang baik. Daging menjadi lebih mudah berbau dan teksturnya cepat berubah.
 
3. Menyimpan daging tanpa wadah tertutup
Daging yang disimpan terbuka di kulkas lebih mudah terkena udara dingin secara langsung. Akibatnya, bagian permukaan daging menjadi kering dan warnanya perlahan berubah. Selain itu, aroma daging mentah juga bisa menyebar ke bahan makanan lain di dalam kulkas. Karena itu, penggunaan wadah tertutup atau plastik kedap udara cukup penting untuk menjaga kualitasnya.
 
 
4. Memasukkan daging hangat langsung ke kulkas
Tidak sedikit orang langsung memasukkan daging yang baru diterima ke lemari pendingin. Padahal, suhu daging yang masih hangat dapat memengaruhi suhu di dalam kulkas secara keseluruhan. Jika dilakukan dalam jumlah besar, bahan makanan lain di sekitarnya juga ikut terdampak. Sebaiknya daging didiamkan sebentar hingga suhunya lebih stabil sebelum disimpan.
 
5. Membekukan ulang daging yang sudah dicairkan
Kebiasaan mengeluarkan seluruh stok daging sekaligus lalu membekukannya kembali masih cukup sering terjadi. Proses beku dan cair berulang bisa merusak serat alami daging. Saat dimasak, teksturnya biasanya terasa lebih keras dan kurang segar. Karena itu, daging sebaiknya dibagi per porsi sejak awal agar tidak perlu keluar-masuk freezer berulang kali.
 
6. Memasak daging langsung dari freezer
Daging yang masih membeku di bagian tengah biasanya sulit matang merata. Bagian luar bisa cepat keras sementara bagian dalamnya masih dingin. Kondisi ini juga membuat bumbu lebih sulit meresap. Untuk hasil yang lebih baik, daging sebaiknya dicairkan perlahan di chiller kulkas sebelum mulai dimasak.
 
7. Menggunakan api besar sejak awal memasak
Api besar memang membuat proses memasak terasa lebih cepat. Namun pada olahan tertentu seperti gulai, semur, atau rendang, panas berlebih justru membuat serat daging cepat mengeras. Daging terlihat matang di luar, tetapi teksturnya masih alot saat dimakan. Memasak perlahan dengan api sedang biasanya membuat hasil lebih empuk.
 
8. Terlalu sering membolak-balik daging saat dibakar
Saat membuat sate atau daging bakar, banyak orang terus membalik daging agar tidak gosong. Padahal, cara tersebut justru membuat cairan alami di dalam daging lebih cepat keluar. Akibatnya tekstur menjadi lebih kering dan tidak juicy. Membalik daging secukupnya membantu permukaan matang lebih merata tanpa menghilangkan terlalu banyak kelembapan alami.
 
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore