
Ilustrasi chat setelah first date/freepik
JawaPos.com - Pernah nggak, kamu mengirim pesan yang begitu bikin deg-degan, sampai-sampai setelah menekan tombol 'Kirim' lalu langsung aktifkan mode pesawat?
Entah itu karena kamu menyatakan cinta, mengajukan permintaan berani, atau sekadar curhat yang terlalu jujur rasanya seperti adrenalin langsung menyambar.
Daripada menunggu balasan yang bisa saja membuat hati ciut atau melihat titik-titik tanda mereka sedang mengetik, kamu memilih cara instan yakni cabut koneksi internet.
Ibaratnya, kamu membanting pintu dan kabur sebelum drama dimulai. Kedengarannya lucu, tapi sebenarnya, di balik tindakan cepat itu, ada ketakutan yang lebih dalam.
Ini bukan sekadar refleks iseng, ada alasan psikologis yang tersembunyi. Nah, berikut empat ketakutan halus yang mungkin kamu alami kalau kamu punya kebiasaan 'kirim lalu kabur', dikutip dari Geediting, Kamis (24/4).
1. Takut Ditolak Langsung di Depan Mata
Salah satu alasan utama orang buru-buru offline setelah kirim pesan adalah karena takut ditolak, apalagi secara terang-terangan. Bayangkan kamu baru saja menyatakan cinta, dan belum lima detik, kamu sudah keburu membayangkan ditolak atau, lebih parah, diabaikan begitu saja.
Rasa takut ini sering kali terbentuk dari pengalaman masa kecil—mungkin pernah ditertawakan saat bercerita, atau idemu dicuekin oleh orang tua. Sekarang, sebagai orang dewasa, tubuhmu secara otomatis menghindari rasa sakit itu dengan cara memutus koneksi sebelum luka lama terasa lagi.
2. Takut Dipaksa Hadapi Pertanyaan Sulit
Memutus internet juga sering jadi jalan pintas buat menghindari respons yang bikin pikiran makin kusut. Kamu tahu pertanyaan macam “Serius kamu ngomong kayak gitu?” atau “Kenapa kamu tiba-tiba berubah?”—dan kamu belum siap menjawabnya.
Daripada debat atau terjebak dalam penjelasan panjang, mending kabur dulu. Saya pernah begitu saat jadi komunikator di perusahaan. Kirim pesan penting ke tim, lalu buru-buru keluar dari aplikasi. Rasanya lebih tenang kalau bisa ngatur waktu sendiri untuk menenangkan kepala sebelum lanjut diskusi.
Kelihatannya lebay, tapi kadang, ini jadi satu-satunya cara untuk menenangkan diri dari tekanan percakapan langsung.
3. Takut Kehilangan Kendali atau Posisi Dominan
Ada kalanya, kita pengin tetap jadi pihak yang “mengendalikan situasi”. Mengirim pesan penting lalu sengaja menghilang memberi ilusi bahwa kita yang memegang kendali. Kamu bisa atur waktu kapan kamu siap membaca balasan, kapan kamu ingin merespons.
Kalau sejak kecil kamu merasa tidak punya banyak kuasa dalam keluarga atau pergaulan, strategi ini mungkin terasa seperti benteng pertahanan.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
