Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 13.00 WIB

Kenali 8 Tanda Standar Ganda dalam Pernikahan yang Bisa Merusak Keharmonisan

Ilustrasi pasangan yang mengalami perbedaan dalam hubungan mereka (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan yang mengalami perbedaan dalam hubungan mereka (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Menjalani kehidupan pernikahan idealnya dibangun di atas fondasi kesetaraan serta saling menghargai peran dan kebutuhan masing-masing pasangan. Namun, terkadang tanpa disadari, muncul pola perlakuan berbeda yang terasa tidak adil bagi satu pihak dibandingkan yang lain.

Situasi seperti ini sering disebut sebagai standar ganda, di mana ada aturan atau harapan yang berlaku berbeda untuk suami dan istri meskipun situasinya serupa. Perlakuan tidak setara ini bisa menggerogoti keharmonisan jika terus dibiarkan tanpa adanya komunikasi terbuka.

Melansir dari Geediting.com, Rabu (23/4), ada beberapa tanda jelas adanya standar ganda dalam pernikahan yang penting untuk dikenali bersama.

1. Beban Tanggung Jawab Tidak Seimbang

Satu di antara tanda yang paling umum adalah pembagian tugas rumah tangga atau urusan keluarga yang terasa timpang bebannya. Satu pasangan mungkin merasa selalu memikul sebagian besar pekerjaan harian, pengelolaan tagihan, hingga beban emosional rumah tangga sendirian.

2. Kebebasan Mengembangkan Minat Pribadi

Ada perbedaan mencolok dalam hal kebebasan untuk mengejar hobi atau minat di luar urusan rumah tangga. Satu pasangan mungkin punya banyak waktu dan dukungan untuk kegemarannya, sementara yang lain terus menerus diharapkan siaga penuh mengurus segala sesuatu.

3. Perbedaan Perlakuan dalam Urusan Keuangan

Standar ganda bisa terlihat dari cara pengelolaan finansial keluarga yang tidak melibatkan kedua belah pihak secara setara. Satu pasangan mungkin mengambil keputusan keuangan besar sendirian tanpa mendiskusikan atau mempertimbangkan masukan dari pasangan lainnya sama sekali.

4. Ekspektasi Sosial yang Berlainan

Seringkali muncul tuntutan sosial atau keluarga yang berbeda dan hanya dibebankan pada satu pasangan saja. Contohnya, satu pasangan dituntut selalu tampil sempurna di depan umum, sementara pasangannya tidak menghadapi ekspektasi serupa dalam hal penampilan atau perilaku.

5. Permainan Saling Menyalahkan saat Masalah Muncul

Pola komunikasi saat menghadapi masalah cenderung tidak sehat, di mana satu pasangan begitu cepat melempar kesalahan. Dia mungkin sering menyalahkan pasangannya atas setiap kesulitan namun jarang sekali mengakui atau bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri yang keliru.

6. Kualitas Waktu Bersama vs Kuantitas Tuntutan

Ada harapan tinggi dari satu pasangan agar pasangannya selalu tersedia secara fisik di rumah atau di dekatnya setiap saat. Namun ironisnya, ketika sedang bersama pun dia tidak sepenuhnya hadir, terlibat, atau memberikan perhatian berkualitas pada pasangannya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore