Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 00.47 WIB

7 Perilaku Orang yang Merasa Cemas saat Seseorang Terlalu Lama Membalas Pesannya

Ilustrasi tujuh perilaku yang mengindikasi bahwa Anda termasuk salah satu dari "si pencemas teks" atau orang yang cemas saat seseorang lama membalas pesannya.

JawaPos.com - Beberapa orang memiliki kecemasan saat seseorang terlalu lama membalas pesan teksnya. Meskipun sulit, ini adalah kecemasan yang umum saat ini.

Kita hidup dalam masyarakat yang mengutamakan kepuasaan instan, dan ketika seseorang membalas pesan terlalu lama, pikiran kita mulai berpacu. Berbagai pertanyaan muncul, "Mengapa mereka tidak membalas? Apakah saya mengatakan hal yang salah? Apakah mereka mengabaikan saya?"

Pertanyaan-pertanyaan ini adalah perwujudan dari rasa cemas yang menghantui. Menurut psikologi, terdapat perilaku tertentu dari orang-orang yang merasa kecemasan ini.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh perilaku yang mengindikasi bahwa Anda termasuk salah satu dari "si pencemas teks" atau orang yang cemas saat seseorang lama membalas pesannya.

1. Sering mengecek ponsel

Ini adalah pemandangan yang sangat familiar bagi kita di era digital saat ini. Ponsel diletakkan begitu saja di atas meja, tetapi dengan rasa penasaran. Layar menyala dan kita tertarik padanya seperti ngengat tertarik pada api.

Bagi kita yang memiliki kecemasan terhadap pesan teks, hal ini dapat mengakibatkan kita terlalu sering mengecek ponsel. Ini bukan sekadar pandangan sekilas, ini adalah perilaku obsesif.

Kita membuka kunci layar, membuka aplikasi perpesanan, dan memeriksa apakah ada pemberitahuan yang terlewat. Kita bahkan mungkin memeriksa apakah pesan kita sudah dibaca atau belum.

Meskipun mungkin tampak tidak berbahaya, terlalu sering mengecek justru dapat menyebabkan peningkatan stres dan kecemasan. Ini seperti berada dalam kondisi antisipasi yang konstan, menunggu validasi dalam bentuk balasan.

2. Membayangkan skenario terburuk

Kecenderungan membayangkan hal terburuk adalah perilaku umum di antara kita yang "cemas terhadap pesan teks". Ini adalah respons otomatis, seolah-olah otak kita sudah terprogram untuk mengantisipasi hal terburuk saat kita dibiarkan menunggu.

Namun, yang perlu kita ingat adalah bahwa ada beberapa alasan mengapa balasan terlambat, banyak di antaranya tidak ada hubungannya dengan kita. Mungkin mereka sedang sibuk atau ponsel mereka kehabisan baterai.

Penting untuk tidak membiarkan pikiran kita langsung mengambil kesimpulan terburuk setiap saat.

3. Terus mencari kepastian

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore