Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 April 2025 | 22.25 WIB

Hindari 8 Perilaku Ini Jika Ingin Anak Menilaimu sebagai Orang Tua yang Baik saat Mereka Dewasa

Ilustrasi seorang anak dan orang tua sedang berbicara. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak dan orang tua sedang berbicara. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka, termasuk berharap agar kelak sang anak memandang mereka sebagai sosok yang baik.

Namun, tanpa disadari, ada beberapa pola perilaku yang mungkin sering orang tua lakukan yang ternyata bisa memengaruhi cara pandang anak seiring mereka bertumbuh dewasa.

Perilaku ini, jika terus dilakukan, berpotensi membuat anak sulit melihat sisi baik orang tua. Melansir geediting.com pada Sabtu (19/4), berikut adalah beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari orang tua saat membesarkan anak.

1. Menghindari Percakapan Sulit

Orang tua terkadang enggan membahas topik-topik yang dianggap berat atau tidak nyaman dengan anak. Padahal, menghindari percakapan penting tentang kehidupan, tantangan, atau perasaan bisa membuat anak merasa tidak didukung atau bahwa ada hal-hal yang disembunyikan.

2. Bereaksi Berlebihan Terhadap Kesalahan

Anak-anak pasti akan membuat kesalahan. Reaksi yang terlalu keras atau berlebihan terhadap kesalahan kecil bisa menanamkan rasa takut dalam diri mereka dan membuat mereka enggan mencoba hal baru atau berbagi kegagalan mereka.

3. Terlalu Kritis

Memberikan kritik memang penting untuk perkembangan anak, tetapi jika terlalu sering dan tidak diimbangi dengan apresiasi, ini bisa merusak rasa percaya diri anak dan membuat mereka merasa tidak pernah cukup baik di mata orang tuanya.

4. Mengabaikan Kekurangan Diri Sendiri

Orang tua juga tidak luput dari kekurangan. Bersikap seolah-olah kita selalu benar dan tidak pernah mengakui kesalahan atau kekurangan diri bisa membuat anak melihat kita sebagai sosok yang tidak otentik atau bahkan munafik.

5. Terlalu Sibuk

Dalam kesibukan sehari-hari, mudah bagi orang tua untuk tidak memiliki cukup waktu berkualitas dengan anak. Merasa diabaikan karena orang tua terlalu sibuk bisa membuat anak merasa tidak penting atau tidak dicintai.

6. Selalu Menjadi Pemecah Masalah

Terus-menerus menyelesaikan semua masalah anak justru bisa menghambat mereka belajar mandiri dan menghadapi tantangan. Anak perlu diberi kesempatan untuk mencoba dan belajar dari pengalaman mereka sendiri, dengan dukungan dari orang tua.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore